MD || 09

688 Words
“LAKUKAN dengan cepat dan ringkus semua penjaga dan bodyguard yang disewa Ratna. Jika ada yang bera ni kabur, tembak kakinya!” ujar Mario kepada komandan kepolisian. Komandan tersebut langsung menyuruh bawahannya. Mereka sudah berada di dekat rumah Niana dan sedang melakukan instruksi. Mario bertemu Denn is saat memasuki kompleks. “Baiklah, kita harus hati-hati. Kita juga tak tahu ada berapa orang yang berjaga di rumah itu,” uja r Mario lagi.  Maka mereka pun menyergap orang sewaan Ratna. Saat hendak menyergap, terdengar suara Niana yang berteriak dari kamarnya. “Pak, sepertinya mereka di atas. Aku akan naik,” ujar Dennis yang sudah melumpuhkan beberapa penjaga di rumah tersebut. Mario pun ikut membantu menghajar para penjaga rumah tersebut.  “Hati-hati, Nak.”  Dennis naik ke atas, dia memutar kenop pintu kamar Niana, tapi terkunci. Dia mengetuk pintu tersebut. Lalu terdengar sahutan.  “Siapa yang berani menggangguku untuk bersenang-senang?” tanya Romi.  “Toloong!” teriak Niana.  Plak!  “Kaupikir anak buahku ingin menolongmu?!”  Tok tok tok Dennis mengetuk pintu lagi.  “Ah, sialan! Kalian benar-benar sangat mengganggu.” Akhirnya Romi turun dari ranjang dan membuka pintu sedikit untuk melihat siapa yang hendak mengganggunya melakukan aksi bejatnya.  BUG!  Satu pukulan bogem mentah mengenai wajah Romi sehingga dia pingsan. “Dennis!!” Niana sangat senang akhirnya ada yang menolongnya sebelum dia kehilangan mahkotanya.  “Niana! Kau baik-baik sahuta tanya Dennis dengan bodohnya.  “Kaupikir aku akan baik-baik saja? Kenapa kau lama sekali datangnya? Aku hampir saja--”  “Apa kau akan terus mengomel kepada orang yang sudah dua kali menolongmu?” tanya Dennis sambil membuka ikatan pada tangan Niana, lalu beralih ke kaki Niana. “Maaf. Aku sudah sangat pasrah jika tak ada yang menolongku.” Kali ini ucap Niana putus asa. “Kakakmu sudah mengetahui semuanya. Di bawah sudah ada pasukan dari Om Mario. Kali ini kau akan aman dan--” “Dennis,  awas  di  belakangmu!”  teriak  Niana. Dennis membalik tubuhnya, tapi dia kalah cepat. JLEB!  Perut Dennis tertancap belati yang dibawa Romi.  “Aargh!” seru Dennis merintih sakit.  “DENNIS!” teriak Niana. Dennis terjatuh di pangkuannya. Sambil menahan sakit Dennis masih sempat melindungi Niana, tapi Dennis lupa akan perkataan Juno bahwa Niana ahli bela diri. “Beraninya kau memukulku saat aku akan bersenang-senang,” ujar Romi yang ternyata masih tersadar dan mengambil kesempatan untuk menusuk Dennis saat mereka lengah. “Kau!” Niana geram. Karena dirinya sudah tak diikat lagi, dia bangkit dari ranjang dan menyerang Romi dengan tendangan khas bela diri, membuat Romi tersungkur ke lantai. Dennis yang melihatnya sampai terbengong-bengong. Dia tak bisa bergerak karena menahan sakit. “Aku sudah cukup sabar dengan kelakukan kau dan Ratna. Aku tak akan memberi ampun lagi,” ujar Niana dan memukul Romi lagi dan lagi hingga Romi pingsan tak sadarkan diri. Niana lalu melihat Dennis yang masih merintih kesakitan. “Dennis! Bagaimana ini? Kau banyak mengeluarkan darah.” Niana panik. “Aku lupa bahwa kau ahli bela diri, aargh....” rintih Dennis menahan sakit. “Dennis! Bukan saatnya mengucapkan hal itu! Apa kau tak bisa berdiri? Ah, aku tahu.” Niana lalu menyobek baju bagian bawanya yang memang sudah terkoyak karena ulah Romi. Hal itu memperlihatkan perut mulus Niana, membuat Dennis membulatkan matanya. Niana menyobek baju Dennis yang juga sudah bolong, sehingga memperlihatkan perut Dennis yang berbentuk teratur, tapi terus mengucurkan darah. “Apa yang kaulakukan?!” tanya Dennis menjadi gugup. Padahal saat perutnya tertusuk pisau, dia sama sekali tak gugup.  “Aku sedang berusaha menyelamatkanmu. Apa kau tak lihat, jika darah mu terus keluar, kau akan kehabisan darah.” Niana lalu mengikatkan perut Dennis dengan sobekan bajunya dan baju Dennis. “Niana! Kau baik-baik saja?” Mario tiba dan melihat Dennis yang bercucuran darah.  “Apa yang terjadi?!” “Nanti saja kujelaskan. Kita harus membawa Dennis ke rumah sakit, Om,” ujar Niana.  “Baiklah, kalian cepat bantu pemuda itu. Urus kaki tangan Ratna,” perintah Mario kepada pasukannya. Merek apun segera menuju rumah sakit. Dennis langsung dilarikan ke UGD sementara Niana juga diberikan perawatan. Mario mengabari kepada Juno apa yang telah terjadi. Sangat disayangkan Ratna tak dapat ditahan. Dia masih buron.  **   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD