Bab 38

1154 Words

Minuman dan camilan datang menghampiri, dibawa oleh perempuan yang menjadi pemilik rumah ini, sekaligus sahabat Kak Fajar. Aku masih kebingungan di sini, menatap si perempuan, dan Kak Fajar secara bergantian. "Ini temen Kakak, Maya. Dia dokter, bisa jaga kamu kalau ada apa-apa," ucap Kak Fajar. "Kenapa harus?" Aku pikir, kami akan tinggal di kontrakan seperti yang ia katakan. "Kakak nggak percaya kalau kamu bisa jaga diri sendiri, Nissa." "Tapi—" "Saya jarang di rumah, kok," potong perempuan bernama Maya ini. "Kamu kalau canggung sama orang asing, kamu bisa bebas kalau saya lagi kerja. Cuman ... kalau ada apa-apa, 'kan saya gampang bantuinnya kalau kita serumah." "Kamu nggak usah keras kepala dulu, oke? Kakak masih harus balik ke kontrakan, sampai suami kamu bawa surat cerainya. Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD