3. Skenario Cinta

2090 Words
Hari-hari setelah percakapan malam itu pun membuat Asyila jauh lebih semangat menjalaninya. Dirinya memang benar-benar sudah tidak sabar untuk bertemu dengan papanya. Dia pun menunggu sampai mamanya punya waktu luang untuk pergi kesana bersamanya. Dan Asyila pun membagikan kebahagiaannya ini pada Fatih. Fatih yang memang sudah tahu ceritanya pun ikut bahagia mendengar kalau mama Asyila sekarang sudah mau terbuka tentang papanya. Dan ternyata hari-hari yang di tunggu Asyila pun akhirnya datang juga. Hari ini mama Asyila sengaja meluangkan waktunya dengan bekerja setengah hari. Asyila yang memang sudah menunggu-nunggu waktu ini pun sangat bahagia. Mamanya mengajak Asyila keluar bersama. “ Ma.” “ Iya.” “ Kita mau kemana.” “ Kita akan menikmati quality time kita sayang sebelum kamu jadi isteri Fatih. Mau ngga mau kelak kalau kamu sudah menikah pasti mama akan merindukan masa-masa seperti ini dengamu. Karena pastinya waktumu akan jauh lebih banyak untuk Fatih.” “ Ma, jangan bilang seperti itu, mau Syila menikah atau ngga, Syila akan selalu ada buat mama. Mama segalanya buat Syila. Mama sudah begitu banyak berkorban untuk kebahagiaan dan kesuksesan Syila. Syila ada disini dan bisa seperti sekarang pun karena campur tangan mama. Mama seseorang paling berharga dalam hidup Syila.” Balasnya yang langsung memeluk mamanya dengan erat. “ Mama pun bersyukur karena kamu hadir dalam kehidupan mama. Tak henti-hentinya mama berterima kasih pada Allah karena telah menitipkanmu pada mama.” “ Ok, sekarang kita mau pergi kemana ma. Apa mama mau bawa Syila ke makam papa.” Tebaknya dan mamanya langsung menggeleng. “ Terus kita mau kemana ma.” Tnaya Syila yang terlihat kecewa karena mamanya tidak mengajaknya untuk bertemu dengan papanya. “ Ada sesuatu yang mau mama ceritakan ke kamu sayang.” “ Apa ma.” Tanya Asyila yang begitu penasaran. Tanpa menjawab pertanyaan Asyila mamanya langsung menggandeng tangan Asyila keluar dari mobil. Dan ternyata mereka berdua sekarang ada di villa keluarga mereka yang jarang mereka berdua kunjungi. Saat memasuki villa, Asyila sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang mamanya ingin beritahukan padanya. Apalagi melihat reaksi wajah mamanya sekarang pun membuat Asyila takut. Dia pun langsung berpikir buruk kalau sesuatu yang tidak baik sudah terjadi pada mamanya. “ Ma, mama kenapa. Mama ada masalah apa, coba mama kasih tahu ke Syila. Siapa tahu aja Syila bisa bantu mama” Tanyanya dengan menggenggam erat tangan mamanya. “ Syil.” “ Iya.” “ Mama tahu apa yang akan mama katakan padamu pasti akan membuatmu terluka, dan kamu akan membenci mama. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, kalau mama begitu menyayangimu. Kamu sangat berharga, mama melakukan semuanya karena ingin membuat kamu bahagia nak.” Ungkap mamanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “ Ma sebenarnya apa yang mau mama katakan ke Asyila. Jangan buat Asyila takut dong ma.” “ Apa Asyila masih ingin bertemu dengan papa.” Tanya mamanya. Dan Asyila terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan sang mama. “ Ngga apa-apa Syil Jawab pertanyaan mama dengan jujur, apapun yang ada dalam hatimu ungkapkan nak. Mama ingin tahu.” Tanya mamanya. Asyila pun meyakinkan hatinya kalau apa yang akan dia ucapkan tidak akan menyakiti hati mamanya. “ Sejak kecil sampai sekarang Syila punya keinginan yang begitu besar, yaitu bertemu dengan papa. Sejak dulu Syila merasa kalau Syila berbeda dengan anak-anak yang lain, bahkan dulu waktu Syila kecil, Syila sering iri pada teman-teman Syila yang memamerkan kedekatannya dengan papa mereka. Tapi semakin Syila beranjak dewasa, Syila tahu itu hal yang ngga mungkin karena papa memang sudah ngga ada. Apalagi melihat perjuangan mama membesarkan Syila seorang diri pun sudah sangat membuat Syila bersalah kalau Syila masih membuat mama terluka. Dan sekarang, Syila sadar, mungkin Syila berbeda dari yang lain, tapi Syila punya mama yang begitu luar biasa yang selalu bisa membuat kehidupan Syila begitu lengkap dan berarti.” Balas Syila. “ Maafkan mama nak, karena mama terlalu acuh dengan perasaanmu yang sebenarnya terluka dengan apa yang sudah mama lakukan, mama minta maaf Syil. Mama ngga peka dengan perasaan kamu, mama hanya mementingkan perasaan mama sendiri.” “ Ma jangan bilang begitu, mama ngga salah kok.” “ Tapi mama benar-benar minta maaf sayang, setelah mama menceritakannya padamu, dan kamu mengetahuinya maka kamu berhak membenci mama karena sudah berbohong dan menjauhkan kamu dari papamu.” Ungkap sang mama. “ Hulya ngerti kok kenapa mama ngga ngasih tahu Syila dimana makam papa, karena mama ngga ingin buat Syila sedih kan.” Ucap Syila yang masih berpikir positif, namun mamanya langsung menggeleng. “ Terus kalau bukan apa maksud mama, Syila benar-benar ngga ngerti ma.” Tanyanya “ Papamu … dia …. Papamu dia… dia masih hidup nak.” Ucapan mamanya membuat Asyila langsung terkejut dan berdiri menjauh dari sang mama. “ Apa maksud mama bilang begitu, kenapa ma. Kenapa mama tiba-tiba bilang begitu ke Asyila setelah dulu mama bilang kalau papa Asyila sudah meninggal ma. Ma tolong ma, jangan bercanda. Asyila tahu mama kesal karena Asyila masih bahas papa, kalau memang mama ngga suka Asyila ngga akan bahas masalah ini lagi, tapi Syila mohon jangan bercanda ma.” Balas Asyila yang tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut mamanya. Mama Asyila pun berdiri mendekati putrinya. “ Mama ngga bercanda nak, mama serius. Papa kamu memang masih hidup. Mama yang sudah bohongin kamu selama ini. Dia belum meninggal Syil.” Ucap mamanya yang meyakinkan Asyila kalau apa yang keluar dari mulutnya sekarang adalah kenyataannya. Ayila benar-benar tidak tahu lagi harus menjawab pernyataan mamanya dengan apalagi. Karena ucapan itu sudah benar-benar membuatnya syok. Dia tidak menyangka kalau mamanya sudah menyembunyikan masalah sebesar ini dengannya. Apalagi ini menyangkut dengan kehidupan seseorang yang begitu ingin dia ketahui dan temui. “ Kenapa ma, kenapa… KENAPA MAMA TIPU SYILA. KENAPA MA.” Bentak Asyila pada mamanya. Dan inilah pertama kalinya Asyila meninggikan suara pada mamanya. “ Maafin mama Syil, mama minta maaf karena sudah menyembunyikan rahasia ini darimu nak. Mama minta maaf. Mama mohon maafkan mama sayang.” Pinta mamanya yang ingin merengkuh Syila dalam dekapan sang mama. Namun Asyila langsung menolak dan menjauh karena sekarang hatinya terluka setelah mengetahui kenyataan besar dalam hidupnya. “ Syila pikir mama selama ini menderita karena begitu merindukan dan kehilangan sosok papa. Tapi kenapa ma, kenapa mama harus tipu Syila sampai sejauh ini. Sejahat apa, dan sebenci apa mama terhadap papa sampai Asyila tidak dizinkan tahu sosok papa Syila sendiri ma.” Tanya Asyila. Mamanya langsung menggeleng dan kembali mendekati Syila. “ Mama bukan menjauhkanmu karena mama membencinya Syil. Papamu orang yang sangat baik Syil, tak pernah dia berbuat jahat pada semua orang dan tidak pernah mama membencinya.” Jawab mamanya. “ Kalau papa Syila orang baik dan mama tidak membencinya kenapa mama berpisah dengannya dan kenapa mama ngga mengizinkan Syila bertemu dengannya ma, kenapa.” Tanya Syila yang masih tidak paham dengan jalan pikiran mamanya. “ Karena papamu ngga tahu kelahiranmu ke dunia ini sayang.” Jawaban mamanya lagi-lagi membuat Asyila kembali terkejut. “ Maksud mama.” “ Papamu ngga pernah tahu kalau mama mengandung kamu sayang. Mama menyembunyikannya dari papa nak.” Balas mamanya yang kembali mengingat luka masa lalunya yang ia coba tutupi dari dulu. Asyila benar-benar terkejut mengetahui kalau ternyata kelahirannya ke dunia ini tidak pernah diketahui oleh papa kandungnya sendiri. “ Kenapa ma … kenapa mama lakukan ini pada Asyila. Apa yang terjadi ma, sampai mama hukum Asyila untuk ngga bertemu dengan papa.” Tanya Asyila yang begitu terluka. “ Kamu ngga boleh bicara begitu Syil, semua ini salah dan kebodohan yang mama lakukan. Karena mama ngga mau membuat papamu tetap bertahan dan memaksakan dirinya untuk tetap bersama dengan mama kalau sampai dia tahu mama sedang mengandung kamu Syil.” “ Sebenarnya hubungan apa yang mama miliki dengan papa sampai mama bisa berpikir seperti itu ma.” Tanya Asyila yang medengar tentang hubungan rumit diantara orang tuanya. “ Pernikahan papa dan mama terjadi karena sebuah perjodohan sayang. Walaupun kita menikah bukan dasar atas cinta, tapi mama terus berusaha untuk tetap menjadi isteri yang baik. Dan tanpa mama sadari rasa cinta tumbuh dalam hati mama karena sikap dan perhatian yang selalu papamu berikan. Tapi ternyata semua kebaikan yang papamu berikan pada mama karena hanya sebuah rasa tanggung jawab sebagai seorang suami dan laki-laki dalam status pernikahan sayang, bukan atas dasar papa mencintai mama. Sakit syil, hati mama benar-benar sakit terlebih lagi saat mama mengetahui kalau papamu selama waktu itu masih mencintai wanita yang ada di masa lalunya. Tapi papa berjanji walaupun hatinya tidak sepenuhnya untuk mama, dia akan tetap mempertahankan pernikahan kita. Tapi mama yang menolak Syil, karena mama tahu pernikahan ini hanya akan berujung saling menyakiti. Maka dari itu mama memilih untuk melepaskan papa demi kebahagiaannya. Dan mama pun terpaksa tidak memberitahukan pada papa, karena mama yakin papa akan langsung menolak untuk berpisah kalau dia tahu mama sedang mengandung Syil, maafkan mama sayang, mama benar-benar terpaksa berbohong padamu.” Ungkap mamanya yang akhirnya menceritakan luka di masa lalunya. Asyila yang melihat mamanya begitu rapuh pun tidak tega, karena ini pertama kalinya mamanya terlihat tidak berdaya sama sekali. Akhirnya Asyila pun merengkuh tubuh mamanya. “ Maafin Syila ma, karena Syila udah membuka luka mama. Syila ngga berhak untuk mengatakan kata-k********r pada mama. Maafin Syila ma. Syila ngga peduli lagi tentang papa ma. Bagi Syila mama udah cukup.” “ Ngga Syila, papamu harus tetap tahu tentang kamu nak. Kamu pun harus tetap tahu siapa papa kamu. Dia benar-benar orang yang sangat baik. Dan mama yakin kalau papamu tahu tentang kamu, maka dia akan sangat bahagia nak.” Balas mamanya yang bersikekeuh untuk mempertemukan Syila dengan papanya. “ Untuk apa ma… toh sekarang Syila udah dewasa dan akan menikah. Sebentar lagi, Syila akan punya kehidupan yang baru dan hidup bahagia dengan mas Fatih. Bagi Syila mama saja udah cukup ma, sebaiknya kita tetap seperti sekarang ma, ngga perlu ada yang berubah” “ Justru karena kamu akan ada di fase baru Syil, papamu adalah orang yang berhak menikahkanmu sayang, dia masih hidup dia masih ada nak.” Ucap mamanya yang meyakinkan Syila kalau dirinya akan tetap mempertemukan Syila dan papanya. Tapia da keraguan di wajah Syila. Bahkan dia langsung menjauh dari mamanya dan terus menggeleng. “ Ngga ma, ngga. Syila takut ma. Syila takut.” Ucapnya. “ Apa yang kamu takutkan nak, apa.” “ Syila takut kalau semua akan berubah setelah Syila bertemu dengan papa, Syila takut kalau dia tidak bisa menerima Syila ma.” Ungkapnya. Mama Asyila pun memegang erat tubuh putrinya dan menatap wajahnya dengan tajam. “ Dengarkan mama baik-baik Syila, papamu orang yang sangat baik dan penyayang. Dia akan melakukan apapun untuk orang-orang terkasihnya nak. Tidak pernah dia sengaja menyakiti orang lain. Jadi ngga ada yang perlu kamu takutkan tentang papa sayang. Mama yakin dia akan menerima kehadiranmu nak, kamu darah dagingnya, kamu anak papamu, sayang.” “ Tapi ma….” “ Mama hanya ingin kamu jujur sayang, kamu ingin bertemu dengan papa kan.” Tanya mamanya. Dan Asyila yang mencoba mencerna semua kata-kata mamanya pun membuat dia yakin kalau keinginan bertemu dengan papanya semakin besar. Dengan ragu-ragu akhirnya Asyila mengangguk dan langsung memeluk mamanya dengan begitu erat serta menangis. Mama Asyila pun lega mendengar jawaban dari putrinya. “ Mama janji sayang, mama akan mempertemukan kamu dengan papa.” Asyila yang masih belum percaya sepenuhnya kalau mamanya akan benar-benar melakukan itu pun bertanya “ Apa mama yakin, apa mama tahu dimana papa. Kenapa mama begitu yakin kalau Asyila akan bisa bertemu dengan papa sebelum pernikahan Asyila dan mas Fatih berlangsung.” Tanpa menjawab pertanyaan dari putrinya, mama Asyila pun langsung pergi meninggalkan Asyila untuk mengambil sesuatu. Dan ternyata mama Asyila mengambil sebuah majalah dan langsung memberikannya pada Asyila. “ Apa ini ma, kenapa mama memberikan ini pada Asyila.” “ Apa kamu mengenal laki-laki yang ada di cover majalah ini sayang.” “ Adam Muzaki, Siapa yang ngga tahu dia sih ma. Sosok yang begitu di kagumi untuk kalangan pembisnis muda sekarang.” Jawab Asyila sambil memandang wajah laki-laki tua yang ada di cover majalah tersebut. “ Ya kamu benar dia adalah Adam Muzaki.” Jawab mamanya yang menatap lurus ke Asyila. Mendapatkan tatapan itu, membuat Asyila berpikir dan dia merasa ada yang aneh saat menyebut nama Adam Muzaki. “ Adam Muzaki, kenapa nama dia sama seperti nama papa ma. Mama jangan bilang kalau dia…” Ucapan Asyila terhenti karena dia merasa ragu untuk mengatakannya. “ Ya, apa yang ada dipikiranmu sekarang itu benar sayang. Adam Muzaki yang ada di majalah itu sama dengan Adam Muzaki yang sedang kita bicarakan sayang, dia adalah papa kandungmu.” Jawab mamanya. Lagi-lagi Asyila di buat terkejut karena berulang kali mengetahui rahasia besar dalam keluarganya yang baru dia ketahui hari itu juga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD