Asyila terus memandangi majalah yang bercover papa kandungnya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau pengusaha sehebat Adam Muzaki adalah papanya, dia tidak pernah membayangkan hal seperti yang dia alami sekarang. Memang ada kelegaan dalam diri Asyila, namun entah mengapa dirinya pun mulai merisaukan sesuatu yang dia sendiri bingung menjelaskannya. Mama Asyila yang melihat wajah Asyila berubah pun langsung saja memeluk Asyila.
“ Mama tahu kamu pasti akan terkejut setelah tahu siapa papa kamu sayang, tapi inilah kenyataan yang sebenarnya Syil. Adam Muzaki adalah papamu.” Ucap sang mama.
Asyila langsung berdiri, dia menggeleng dan mondar mandir di depan mamanya.
“ Ngga ma, semua ini ngga bisa di ungkapkan ma. Semuanya akan kacau kalau sampai kita ketemu papa ma. Asyila ngga mau bertemu dia lagi ma. Biar cukup ini akan jadi rahasia untuk kita berdua ma.” Ucap Asyila yang terlihat gelisah.
“ Kenapa kamu tiba-tiba berubah begini sayang, kamu berhak bertemu dengan papamu Syil. Kamu jangan takut sayang.”
“ Ma, papa bukan orang biasa ma. Dia Adam Muzaki, pengusaha yang begitu di kagumi karena prestasi dan kebaikan yang dia miliki ma. Asyila ngga mau merusak reputasinya ma, apalagi kalau sampai public mengetahui siapa Asyila yang sebenarnya ma.”
“ Syil kamu ngga boleh bicara seperti itu. Kamu anak papamu, mama yakin kok. Semua ini ngga akan membuat semuanya kacau.”
“ Tapi tetap aja ma. Asyila ngga mau ambil resiko sebesar ini.” Balas Asyila.
“ Lalu mau kamu apa Syil, kamu sebentar lagi akan menikah Syi. Dan hanya papamu yang akan menikahkanmu, sayang. Jadi keputusan akhir akan tetap sama Syil, kita harus beritahukan papa tentang kamu.”
“ Ma, papa pasti ngga akan percaya begitu saja ma. Dia mungkin saja mengelak, karena dia ngga ingin reputasinya tercemar.”
“ Hulya, jangan berpikir terlalu jauh. Mama tahu seperti apa papamu itu. Dia akan sangat percaya dengan apa yang mama katakana, walaupun dia ngga pernah mencintai mama, tapi papamu sangat menghormati mama, dia percaya dengan mama. Dan mama pun tidak pernah berbohong padanya sayang. Papa dan mama sama-sama saling mengenal. Jadi mama yakin papamu, akan menerimamu dengan senang sayang.” Balas mamanya yang terus meyakinkan Asyila karena masih saja berpikir buruk untuk kedepannya.
“ Asyila akan bicarakan ini dulu dengan mas Fatih ma, mau bagaimanapun dia harus tahu tentang hal penting ini ma. Mas Fatih calon suami Syila, jadi apapun yang ada di kehidupan Asyila mas Fatih harus tahu, Syila ngga mau menutupi apapun darinya ma.” Ujar Asyila.
“ Ya kamu benar, Fatih dan keluarganya memang harus tahu sayang. Mama akan kasih kamu waktu untuk berpikir dan mengatakan semuanya pada Fatih.”
“ Makasih ma.” Ucap Asyila yang sedikit tenang karena mamanya mau menerima keputusannya ini. “ Ma.”
“ Kenapa Syil.” Tanya mamanya.
“ Apa mama akan baik-baik saja kalau sampai mama kembali bertemu dengan papa. Asyila ngga mau buat…”
“ Sayang, keadaan mama tidak seperti dulu. Mama pun harus bertanggung jawab atas apa yang sudah mama lakukan sayang. Mama akan baik-baik saja sayang. Jadi jangan khawatirkan mama Syil.” Balas mama Asyila kalau dirinya baik-baik saja jika harus kembali bertemu dengan mantan suaminya.
***
Asyila pun hari ini akan menemui Faatih dan mengatakan semuanya pada calon suaminya.
“ Assallamualaikum, sayang.” Salam Fatih yang membawakan bunga untuk Asyila.
“ Waalaikumsalam, mas. Kamu ngapain bawa bunga segala.” Tanya Asyila yang bingung dengan sikap manis Fatih padanya. “ Kamu aneh deh, ngga biasanya kamu kasih bunga aku seperti ini, jangan bilang kalau kamu buat kesalahan ya mas.” Ucap Asyila yang langsung curiga dengan sikap Fatih.
“ Ya Allah Syil, kenapa kamu jadi curiga ke aku begini sih. Memangnya biasanya aku ngga manis ya ke kamu.”
“ Sedikit manis sih, tapi keliatan aneh.” Balas Asyila.
“ Aku kasih kamu bunga, karena aku mau kasih kamu selamat sayang.” Ucap Fatih.
“ Selamat untuk apa mas, aku ngga dapat penghargaan apa-apa kok, kenapa tiba-tiba kamu kasih aku selamat.” Tanya Asyila yang bingung.
“ Aku kasih kamu selamat, karena akhirnya kamu ketemu sama papa kamu.” Jawaban Fatih membuat raut wajah Asyila pun berubah. Fatih yang melihat wajah Asyila berubah murung pun langsung panik. “ Syil, kamu kenapa, apa aku salah bicara, kalau memang aku salah, aku minta maaf. Aku benar-benar ngga bermaksud nyakitin kamu. Aku buat seperti ini, karena kemarin kamu bilang kalau kamu pergi dengan mamamu untuk membahas tentang papamu. Sekali lagi aku minta maaf ya.” Sesal Fatih.
Asyila pun langsung menggeleng. “ Ngga apa-apa kok mas, kamu ngga salah. Asyila aja yang terlalu baper.” Balas Asyila.
“ Tapi pasti ada penyebabnya kamu bersikap seperti ini kan.” Tanya Fatih dan Asyila pun mengangguk. Fatih yakin kalau sesuatu yang terjadi telah membuat Asyila terluka. “ Aku tahu kamu mungkin ngga nyaman dengan keadaanmu sekarang, kalau memang kamu belum mau cerita ke aku, ngga apa-apa. Tapi ingat kamu ngga sendiri, kamu punya aku. Kapanpun kamu butuh dan ingin cerita ke aku, aku akan siap dua puluh empat jam buat kamu Syil.” Balas Fatih yang mencoba membuat mood Asyila kembali membaik.
“ Makasih ya mas, karena kamu sudah selalu mencoba mengerti aku, kamu sudah mencoba memberikan yang terbaik buat aku. Kemarin aku memang pergi sama mama, tapi aku ngga ketemu papa mas.” Ungkap Asyila.
“ Maksudnya.”
“ Kita kemarin pergi ke villa, dan di sana mama mengatakan semua rahasia yang di simpannya selama ini mas.”
“ Syil, mas semakin ngga paham dengan apa yang kamu bilang.”
“ Syila akan ceritakan semuanya ke kamu mas, karena kamu pun berhak tahu tentang keluarga Syila, kamu akan jadi bagian dalam keluargaku. Jadi ngga ada yang harus di tutup-tutupi darimu.” Balas Asyila yang langsung menghembuskan nafas sebelum menceritakan yang sebenarnya pada Fatih.
“ Apapun yang terjadi padamu Syil, aku ngga akan pernah ninggalin kamu.” Balas Fatih yang mencoba menguatkan Asyila. Asyila benar-benar terharu dan merasa beruntung karena Fatihlah laki-laki yang di kirim Allah untuk menjadi jodohnya.
“ Mas, papa Asyila masih hidup.” Ucapan Asyila membuat mata Fatih terbelalak karena sangat terkejut. Dia seperti mimpi mendengar kalau Asyila mengatakan papanya masih hidup.
“ Apa kamu serius dengan ucapanmu.” Tanya Fatih yang masih kurang percaya.
“ Iya mas, papa Asyila masih hidup. Dia ngga meninggal mas.” Jawab Asyila.
“ Kenapa bisa Syil, gimana kamu baru tahu sekarang kalau papamu masih hidpu Syil. Siapa yang kasih tahu kamu.” Tanya Fatih.
“ Mama, dia yang ngasih tahu Asyila semuanya mas. Mama selama ini sengaja menyembunyikan hal ini dari Syila mas. Mama, menyembunyikan Syila dari papa Syila sendiri mas.” Ungkap Asyila yang langsung menangis.
Fatih yang terkejut pun tidak tega melihat Asyila yang rapuh seperti sekarang. Dia yakin kenyataan ini pasti sangat mengejutkan Asyila.
“ Mas, tahu semua ini ngga mudah untuk kamu dengar, bahkan kamu terima. Mas ngga tahu apa motif mamamu menyembunyikan rahasia sebenar ini padamu. Tapi aku yakin kok Syil, kalau mamamu pasti punya alasannya, kenapa dia menyembunyikan kebenaran tentang papamu yang masih hidup.” Ungkap Fatih.
“ Mama memang punya alasan kenapa dia melakukan semua ini pada Asyila mas, tapi hati Asyila benar-benar sakit mengetahui semua ini. Dan Syila ngga mungkin menyalahkan mama, atas apa yang sudah terjadi. Karena Syila juga tahu, mama pun terluka melakukan semua ini mas. Semua ini pun ngga mudah untuk mama lalui sendiri.” Balas Asyila. Dan kemudian Asyila pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara mama dan papanya, sehingga mama Asyila memutuskan untuk menyembunyikan kelahiran Asyila dari papa kandungnya sendiri.
Setelah mengetahui dan mendengar langsung dari Asyila, Fatih pun mencoba memahami keadaan mama Asyila saat itu.
“ Mungkin kalau Asyila di posisi mama, Asyila akan melakukan hal yang sama mas.”
“ Sekarang mas paham, kenapa mama melakukan ini. Kita pun ngga bisa menyalahkan dirinya. Karena waktu itu dia pun di posisi yang sangat sulit Syil.”
“ Iya mas, kamu benar, tapi sekarang Asyila bingung mas. Apa yang harus Asyila lakukan.”
“ Apa yang membuat kamu bingung Syil. Ini impianmu sejak lama. Kamu dari kecil ingin sekali bertemu dan memeluk papamu. Dan sekarang Allah kasih kamu kesempatan itu Syil.”
“ Tapi ngga semudah itu mas, dia usia Asyila yang sekarang. Ngga mudah untuk bisa menerima keadaan ini. Mungkin kalau Asyila masih kecil, akan mudah karena Asyila ngga tahu apapun. Asyila hanya merasa bahagia karena jumpa dengan papa. Tapi ini beda mas, Asyila…”
“ Syil, mamamu saja yakin kalau papamu akan sagat bahagia dan menerimamu. Kenapa kamu ragu seperti ini. Mamamu jauh lebih mengenal papamu Syil, jadi kamu harus yakin, kalau kamu bisa. Aku pun ingin melihat kamu bahagia Syil.” Ucap Fatih yang mencoba meyakinkan Asyila untuk mau bertemu dengan papanya.
“ Tapi Asyila ngga mau buat papa buruk dimata publik mas.”
“ Maksud kamu.” Tanya Fatih yang belum mengetahui siapa papa Asyila yang sebenarnya.
“ Papa bukan orang biasa mas.”
“ Maksud kamu, papamu pejabat, dia politikus terkenal, atau jangan-jangan presiden kita.”
“ Hush, jangan asal bicara mas. Papa bukan orang seperti yang kamu maksudkan itu.”
“ Terus siapa dong, abisnya kamu bilang tentang publik.”
“ ADAM MUZAKI.” Jawab Asyila yang membuat mata Fatih terbelakak setelah mengetahu siapa papa kandung Asyila yang sebenarnya.
“ Syil, ini bukan waktunya main-main.” Ucap Fatih.
“ Mas, siapa juga sih yang mau main-main. Syila serius ma. Papa kandung Asyila itu Adam Muzaki, idola kamu selama ini.” Balas Asyila yang mengetahui kalau Fatih itu mengidolakan papanya.
“ Ya Allah Syil, aku benar-benar ngga pernah menyangka. Aku selalu berdoa sama Allah, supaya aku bisa bertemu dan bahkan bekerja sama dengannya. Tapi sekarang, Alah bahkan memberikan hal yang jaub lebih baik. Allah menjadikan Adam Muzaki sebagai calon mertuaku Syil.” Ucap Fatih yang terlalu bergembira sampai dia hampir lupa masalah yang sedang di hadapi oleh Asyila.
“ Apa kamu sebahagia itu, saat kamu tahu kalau papaku adalah dia.” Tanya Asyila dengan sinis.
Fatih pun kembali menenangkan dirinya. “ Maaf sayang, bukan maksud aku buat kamu bete begini. Aku benar-benar terkejut Syil.”
“ Terus apa yang harus aku lakukan sekarang mas, papa harus jadi wali nikahku saat kita nikah nanti.”
“ Bagus dong, itu kan impianmu juga Syil. Dinikahkan oleh papamu sendiri.”
“ Iya sih mas, tapi apa kamu yakin kalau papa bisa menerima Syila. Apa kamu yakin kalau semua akan baik-baik saja kalau Syila itu anak papa.” Tanya Syila pada Fatih, dia butuh meyakinkan dirinya sendiri.
“ Syil, ngga ada orang tua yang ngga bahagia karena berjumpa dengan anaknya. Mau kamu masih kecil ataupun udah besar, mau sejak dulu bareng ataupun baru bertemu ngga akan merubah kasih sayang mereka ke kita. Jadi kamu harus yakin, kalau papamu akan bahagia karena bertemu dan memiliki putri sepertimu. Dia orang baik Syil, jadi kamu harus bertemu dengannya. Aku sebagai calon suamimu pun harus bertemu dengan papamu, mau bagaimanapun dia orang tuamu, dan aku sebagai laki-laki yang akan menikahimu, aku pun harus mendapatkan restu darinya.” Balas Fatih.
“ Itu sih maunya kamu aja, bisa-bisa kamu nanti yang akan berlebihan saat ketemu sama papa deh.” Ledek Asyila.
“ Pasti dong, namanya juga ketemu sama idola dan calon mertua. Pasti bahagia sayang.” Balas Fatih.
“ Makasih ya mas, karena kamu udah mau jadi pendengarku.” Ucap Asyila yang benar-benar merasa beruntung karena memiliki Fatih. Dan Fatih hanya membalas ucapan Asyila dengan senyuman dan anggukan.