MEH-BAB 118

1217 Words

"Kau pulang terlambat lagi?" Hazel menyambut Maxime dengan senyuman hangat yang biasanya selalu mampu membuat hati Maxime turut menghangat, tapi tidak untuk kali ini. Hazel tidak menyadari sikap Maxime yang tidak membalas senyumannya. Seperti biasa tangannya terulur, berniat membantu Maxime melapaskan tasnya dari pundak anak laki-laki tersebut. Hazel mengernyit begitu mendapat penolakan dari Maxime. Anak beranjak remaja itu menghindar dari sentuhannya. "Aku ada pelajaran tambahan," sahutnya dengan nada malas. Hazel mengangguk, "Kau pasti sudah lelah, sebaiknya bersihkan dirimu. Sebentar lagi Daddy akan pulang dan kita akan makan malam." Tidak ada sahutan dari Maxime. Ia melenggang masuk begitu saja. Xavier yang melihat kepulangannya segera berlari menghampirinya. "Max, kau sudah pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD