Setelahnya bag.2

1198 Words
. . . . Sila membuka matanya perlahan. Sapuan halus disekitar pipinya cukup mengganggu tidurnya. Kelelahan karena ulah dosennya membuat tidur Sila menjadi sedikit lebih panjang dari biasanya. "Bangun baby." ucap Alex lembut. Sila menggeliatkan badannya diiringi sebuah ringisan yang keluar dari mulutnya. "Kenapa?" tanya Alex. "Ngilu dan cukup perih." jawab Sila. "Belum makan?" tanya Alex lagi. "Belum pak, badan pengennya tidur aja. Capek fisik." jawab Sila jujur. Alex hanya tersenyum mendengar jawaban Sila. Alex jadi merasa bersalah karena mengajak Sila bermain dimalam pertama secara mendadak tanpa ada persetujuan dan aba-aba. Pasti perut Sila sekarang sedang keroncongan. "Saya siapin air dulu, setelah mandi nanti makan." ucap Alex, lalu beranjak dari duduknya menuju kamar mandi didalam kamar mereka. . . Setelah beberapa menit Alex menyiapkan segalanya dikamar mandi, kini Alex berjalan menghampiri Sila yang masih berada diposisi yang belum berubah. Diatas kasur dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Bedanya sekarang tangan Sila sudah memegang hp. Entah apa yang dibaca sekarang, karena Alex dapat melihat raut wajah Sila yang sedikit murung. "Ayo mandi dulu." ajak Alex pada Sila. Sila meletakkan hp nya di atas meja samping ranjang lalu menoleh menatap Alex. "Gimana jalannya? lagi sensitif gak mau diajak jalan kakinya." ucap Sila dengan cemberut. "Saya gendong." jawab Alex santai. Tanpa banyak kata Sila menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polosnya lalu merentangkan kedua tangannya. Alex membeku ditempat dengan pandangan mata tertuju pada tubuh polos istrinya. "Glek...sial...". Alex meneguk ludahnya dengan susah payah, tidak lupa disertai umpatan didalam hati saat melihat kelakuan random istri barunya. "Halo... pak Alex... kenapa bengong?" tanya Sila dengan melambaikan tangannya didepan muka Alex. "Eheemmmm... hemm..." Alex mencoba mengendalikan dirinya. "Apa yang kamu lakukan Sila?" tanya Alex. "Bukannya saya mau digendong? memangnya apa yang saya lakukan pak??" tanya Sila balik. "Maksud saya, kenapa kamu menyingkirkan selimut kamu?" jelas Alex. "Oh... katanya mau mandi. Kan tidak mungkin saya mandi menggunakan selimut. Berat pak dan pasti nanti saya jadi kesulitan." jelas Sila. Alex menghembuskan nafas. "Kenapa pak?? Bapak tergoda lihat tubuh saya?" tanya Sila dengan senyum menggodanya. "Lagi pula kemarinkan Bapak sudah melihat semuanya, untuk apa menutupinya didepan Bapak." lanjut Sila. "Ah.. ya kamu benar juga. Kalo begitu saya juga akan menemani kamu mandi." timpal Alex dengan tangan yang mulai membuka bajunya. Sila dibuat melongo dengan jawaban dosen yang saat ini sudah sah menjadi suaminya. "Tu... tunggu pak, kenapa Bapak ikut mandi??" tanya Sila panik. Tentu saja panik, maksud Sila dia hanya ingin menggoda suaminya, tapi, Alex memberikan respon yang tak terfikirkan oleh otaknya Sila. "Tentu saja untuk memandikanmu baby." jawab Alex santai. "Enggak perlu Bapak dosen yang sekarang sudah menjadi suami saya, saya bisa mandi sendiri. Jadi Bapak gak perlu ikut. Cukup bantu saya gendong kekamar mandi saja. Itu saja, bisa??" tanya Sila dengan lembut disertai dengan senyum yang dipaksakan. "Oke, bisa." jawab Alex singkat. Tanpa menunggu jawaban dari Sila, Alex mengangkat Sila, menggendongnya ala bridal style menuju ke kamar mandi dan menurunkannya dibath up yang sudah berisi air hangat. Setelah dirasa semua nyaman, Alex meninggalkan Sila sendiri didalam kamar mandi. . . . . "Huft... gue belum siap mandi bareng. Yang kemarin malam aja sudah cukup buat gue syok." "Sial, gue bener-bener malu telanjang didepan dia. Entah dari mana keberanian gue berasal." umpat Sila pada dirinya sendiri. Sila menikmati acara berendamnya, tubuhnya mulai rileks dan bagian bawahnya tidak seperih saat tadi bangun tidur. . . . . "Enak hmm..???" tanya Alex yang sudah berada dibelakang Sila. Sila membuka mata yang sebelumnya terpejam. Kepalanya menoleh ke asal suara. "P... Pak Alex kenapa masuk??" tanya Sila. "Tentu saja membantu istri saya mandi, karena tadi mengeluh ada bagian dari tubuhnya yang sakit." jawab Alex yang sudah melepaskan semua pakaiannya. Tanpa permisi Alex masuk kedalam bath up dan mendudukan dirinya dibelakang tubuh Sila. "Kalau bisa jangan sedekat ini juga dong Pak?!" ucap Sila. "Kita sudah sah jadi suami istri Sila. Jadi, bukankah hal seperti ini terlihat romantis." timpal Alex dengan senyum tipis. "Hah.. terserahlah." ucap Sila lalu menggeser tubuhnya. "Mau kemana hm...?!" tanya Alex mencegah Sila saat akan menggeser tubuhnya. "Mau geser Pak. Sempit." jawab Sila. "Disini saja baby." ucap Alex dengan melingkarkan kedua tangannya keperut Sila. "Ganti panggilannya bisa?? jangan Bapak, kan kita sudah suami istri." bisik Alex. "Kalau panggilannya ganti nanti orang-orang pada curiga Pak." jawab Sila. "Lagi pula mau dipanggil apa?? om Alex??" lanjutnya. "Ouhhhhh.. sakit Pak!?" keluh Sila saat Alex tiba-tiba menggigit kupingnya. "Enak aja dipanggil om, emangnya saya om kamu. Lagi pula wajah saya masih muda." protes Alex. "Tapi, umurnya sudah setara om-om bapak Alex. Lagian Bapak maunya dipanggil apa??" tanya Sila. "Om?" "Sayangku?" "Suamiku?" "Belahan jiwaku?" "Abang?" "Ihhhh terlalu menjijikan tidak sih Pak, kalau dipanggil seperti itu? rasanya tidak pas sama mukanya bapak." kata Sila sambil terkikik. "Saya kira kamu pribadi yang pendiam. Ternyata sama kayak teman-teman kamu, cukup bar-bar." respon Alex. "Saya kayak gini juga pilih tempat sama pilih lawan pak. Kalau posisi kita masih dosen dan mahasiswa, mungkin saya tidak akan secerewet sekarang." "Mas... kalau dipanggil mas mau apa tidak Pak?? kayaknya cukup cocok sama mukanya." tanya Sila menghadap kebelakang menatap wajah tampan suami barunya. "Boleh." jawab singkat Alex. Sila tersenyum mendengar jawaban dari Alex. Setelahnya Sila kembali menghadap kedepan, badan dan kepalanya Sila senderkan ditubuh kekar suaminya. "Sial, ini cewek kelakuannya bener-bener buat jantung gue gak aman. Tanpa aba-aba, kalau junior gue bangun gimana coba." batin Alex. "Mas...?!" panggil Sila. "Hm.. kenapa??" tanya Alex. "Kalo manggil Mas, rasanya agak beda ya?! karena biasanya manggil Pak." ucap Sila. "Kalo gitu mulai dibiasakan. Kalo kamu manggil saya Bapak atu om, nanti dikira saya sugar daddy dan kamu sugar baby nya. Paling parah nanti saya dikira pedofil." timpal Alex. "Xixixixixi kalo dibayangin jadi lucu." kata Sila. Setelah pembicaraan random tentang panggilan. Kamar mandi yang tidak terlalu luas itu mendadak menjadi hening. Sesekali terdengar air gemericik dari tangan Alex yang mengelus lembut perut rata Sila. Sila hanya memejamkan mata dengan tubuh yang masih bersandar didada Alex, menikmati perlakuan dari Alex yang membuat Sila merasa nyaman. . . . . "Menurut mas, kira-kira pernikahan ini akan bertahan berapa lama?" tanya Sila memecah keheningan "Kenapa kamu tanya seperti itu?" tanya balik Alex. Bagaimana bisa Sila punya pertanyaan seperti itu, disaat mereka beru menikah kemarin. "Hanya mendadak saja pertanyaannya lewat di otak saya." jawab Sila. "Ini terlalu mendadak bagi kita. Kita tidak pernah tahu satu sama lain sampai dalam. Sebelum ini kita hanya sebatas dosen dan mahasiswa. Dan sekrang kita sudah menjadi suami-istri." "Yang semula terbiasa tidur diranjang sendiri, sekarang sudah ada yang nemenin. Sampai saat ini tidak ada perasaan istimewa yang tumbuh, bukankah hubungan kita seperti teman serumah dari pada hubungan suami istri?? hanya saja bedanya ini sudah sah dimata hukum dan agama." jelas Sila. "Lalu menurut kamu kira-kira akan bertahan berapa lama pernikahan ini?" tanya Alex. Sila mengangkat bahu nya bingung. "Mas bersedia menjalin hubungan pernikahan dengan saya. Tapi, mas juga memberikan syarat kalau masing-masing dari kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi dari pasangan." "Apakah salah kalau saya berfikir hubungan ini akan bertahan hanya beberapa tahun saja?" "Secara tidak langsung, Mas sudah memberi saya batas agar saya tidak berjalan terlalu dekat." "Saat dibayangkan semua hal itu akan terasa sulit untuk dilakukan seumur hidup, disaat kita berdua berada dilingkungan yang sama." jawab Sila menjelaskan. . . . . TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD