Cinta terlarang dibalik pernikahan paksa

1682 Words

Pagi itu, di sudut kampus yang agak sepi, Vais dan Maureen sedang berbicara serius. Maureen terlihat tegang, sementara Vais mencoba mempertahankan ketenangan di wajahnya, meskipun hatinya sedang dilanda badai emosi. "Reen, aku ngerti. Aku ngerti kenapa kamu harus ambil keputusan ini," kata Vais, suaranya pelan dan penuh pengertian. "Kamu nggak punya pilihan lain demi Ayah kamu, demi perusahaan keluarga kamu." Maureen menatap Vais dengan mata berkaca-kaca. "Aku terpaksa, Vais. Sebenarnya… aku nggak mau menikah sama Mas Haris. Tapi… kalau aku nggak mau, perusahaan Ayahku hancur, dan Ayahku bisa masuk penjara." Ia menarik napas dalam-dalam. "Aku harap, setelah kamu tahu semuanya, kamu nggak benci aku." "Aku nggak akan benci kamu, Reen," Vais menggelengkan kepalanya perlahan. "Justru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD