Pernikahan tanpa bahagia

1670 Words

​​Haris kemudian bergeser, meraih tubuh Maureen yang kelelahan dan memeluknya erat-erat. Pelukan itu terasa hangat, jauh dari kesan kasar tadi. Maureen, yang sudah terkuras energinya, tak lagi punya kekuatan untuk memberontak. Ia membiarkan dirinya dipeluk, mencari sedikit kehangatan di malam yang dingin itu. Keduanya pun terlelap, dalam kamar yang baru saja menjadi saksi bisu pernikahan tanpa cinta dan paksaan itu. ​Pagi hari datang membawa kesadaran yang pahit. Maureen terbangun lebih dulu. Ia merasa seluruh tubuhnya pegal, dan daerah intimnya terasa perih. Ia perlahan bangkit, menahan nyeri itu. Ia melihat Haris masih tertidur pulas di sampingnya, wajahnya terlihat damai. ​Maureen segera mengambil pakaiannya, memakainya dengan gerakan hati-hati. Ia harus ke kampus. Ia tidak mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD