Abyan melepaskan ciumannya, menatap dalam mata Reyna. "Sayang, kamu sudah maafkan Mas, kan?" tanyanya lembut. Reyna, yang tadinya luluh, tiba-tiba kembali mengeras. Ia mendorong tubuh Abyan. "Mas, keluar dari kamar aku," ucapnya dingin. "Sayang, jangan gitu dong," rengek Abyan, tak percaya dengan reaksi Reyna. Reyna beranjak membuka pintu kamar dan mempersilakan Abyan keluar. Abyan hanya bisa menatapnya dengan wajah memelas. "Keluar sekarang, atau Reyna yang akan keluar, Mas," ancam Reyna. "Oke, Sayang, Mas akan keluar. Tapi semalam saja, ya?" Abyan mencoba menawar. "Harusnya Mas itu dihukum seminggu," balas Reyna. "Eh, Sayang, jangan! Itu kelamaan!" protes Abyan, panik. "Oh, kurang, ya? Ya sudah, satu bulan," Reyna semakin menjadi. "Maaf, Sayang, jangan! Malam ini saja, ya?

