Suasana malam di rumah besar keluarga Permana terasa tegang. Gunawan dan Abyan masih berada di ruang kerja, membicarakan hal-hal serius, sementara Reyna memilih beristirahat di kamar suaminya. Namun ketenangan itu pecah ketika pintu depan terbuka keras. Kenzi masuk dengan langkah gontai, wajahnya merah karena alkohol. “Kenzi! Kamu mabuk lagi?” suara Lastri meninggi, berlari menghampiri putranya. “Mama…” Kenzi menepuk pelan bahu ibunya, bau alkohol begitu menyengat. “Gisel… selingkuh, Ma. Dia selingkuh…” suaranya pecah, lebih seperti racauan. Lastri memeluk bahu putranya, panik sekaligus kesal. “Apa? Selingkuh? Kalau begitu kenapa kamu nggak ceraikan saja dia, Nak?” “Aku… aku cinta Gisel, Ma… aku nggak bisa…” Kenzi menggeleng, air matanya jatuh bercampur dengan mabuknya. Lastri men

