Langkah Abyan terasa tergesa menapaki teras kontrakan. Wajahnya lelah setelah perjalanan jauh dari Bali, namun matanya penuh kerinduan sekaligus kekhawatiran. “Assalamu’alaikum,” suaranya terdengar pelan namun tegas. “Wa’alaikumussalam,” jawab Pak Rudi sambil berdiri menyambut. Ia menjabat tangan menantunya erat. “Abyan… akhirnya kamu datang.” Abyan menunduk hormat, mencium tangan mertuanya. “Reyna gimana, Pa?” tanyanya cepat, suara bergetar menahan cemas. Pak Rudi tersenyum tipis. “Alhamdulillah, sudah membaik. Lagi tidur di kamarnya, Bi. Tadi sempat gelisah, tapi sekarang lebih tenang.” Abyan menarik napas lega. “Ya sudah, Bi masuk ya, Pa. Saya ingin lihat Reyna.” “Silakan,” jawab Pak Rudi sambil menepuk bahu menantunya. **** Abyan masuk perlahan ke kamar. Di sana, cahaya lampu r

