HAK

1381 Words
"Permisi Sus. Kalo boleh tahu Ruangan Jessica Nabilla dimana ya?" tanya Keyra saat sampai di lobby rumah sakit. "Oh dokter Nabilla ya? Ruangan ada di sebelah poli gigi. Mbaknya tinggal lurus, belok kanan ada tangga terus naik lalu belok kiri." 'buset panjang bener' "Bentar Sus. Ini nanti lurus, belok kanan, naik tangga, terus belok kiri?" gumam Keyra mencoba menghafal. "Oke deh, terimakasih Sus!" "Iya sama-sama," jawabnya. Lalu Keyra berjalan mengikuti petunjuk yang dikatakan suster tadi. Ditengah perjalanan Nabilla mengiriminya pesan. Dia bertanya apakah dirinya sudah sampai apa belum. Keyra membalas pesan itu tanpa memperhatikan jalannya. Hingga seseorang dari berlawanan arah menabraknya. Brukk. Keyra terjatuh membentur kursi tunggu yang tersedia di lorong rumah sakit. Untung saja yang terbentur badannya bukan kepalanya. Kalau kepala kan bisa gaswat. "Eh sorry.. lo gak papa?" tanya orang itu. Dia membantu Keyra berdiri pelan-pelan. "Iya gue gak papa kok." "Ini hp lo" laki-laki itu mengambil hp Keyra yang tergeletak di lantai lalu mengembalikan pada pemiliknya. "Makasih. Gue juga minta maaf," "Gak papa, sans aja. Tunggu... tangan lo berdarah" Mendengar itu Keyra langsung melihat ke arah tangannya. Dan benar, siku nya berdarah. Mungkin karena tergores pinggiran kursi saat jatuh tadi. "Lo harus diobatin. Ayo gue anter," ujar laki-laki itu. "Nggak usah. Ini cuma luka kecil doang kok. Lagian gue juga mau ke tempat temen gue. Kebetulan dia dokter di sini." "Tapi, gue jadi gak enak. Gue yang nabrak lo sampe berdarah gini. Gue anter ya? Ijinin gue bertanggung jawab." 'Anjir berasa kayak habis diapain aja,' "Beneran deh gue gak papa kok" tolaknya. "Pliss.. kalo lo nggak ijinin gue malah jadi merasa bersalah" Keyra menghela nafasnya. Mau menolak tapi ia tidak enak kalau harus menghalangi niat baik orang itu. "Yaudah deh," putus Keyra. Akhirnya laki-laki itu mengantarkan Keyra ke ruangan Nabilla. "Aww! Pelan-pelan dong Jenab sakit nih. Kalo ntar gue jadi infeksi terus harus dirawat di rumah sakit pake infus, selang, segala macem gimana?? Lo mau tanggung jawab?" omel Keyra. "Ya ampun Keyra kebanyakan nonton drama medis lo. Dah nih. Dah selesai," ujar Nabilla sambil membereskan peralatan P3K-nya. "Hehe, habis sakit beneran ini tuh." "Btw, lo kesini sama dia? Dia siapa Key kok gue gak kenal? Hummm.. jangan-jangan lo selingkuh ya?" kata Nabilla seraya mengamati orang yang sedang duduk di kursi menunggu Keyra. "Mulut lo minta gue sumpel, anjirr." "Haha, lagian dia cakep gagah keren gitu. Kan cocok jadiin selingkuhan." Nabilla terkekeh. "Gue aduin Dava tahu rasa lo," ancam Keyra. "Eh jangan dong. Habis nanti gue sama Dava. Emang dia siapa sih? Temen lo?" "Bukan. Dia orang yang tadi gak sengaja nabrak gue. Sebenernya gue sih yang salah." jelasnya. "Lahh, terus dia nganter lo kesini?" Keyra mengangguk,"Dia ngotot pengen tanggung jawab. Jadi yaudah deh gue iyain." "Owhh." Nabilla ber-oh-ria. "Eh eh dia ke sini Key!" seru Nabilla. "Tangan lo udah diobati?" tanyanya. "Udah kok, nih liat aja." "Bagus deh. Kalo gitu gue duluan ya. Sepupu gue udah selesai check up," pamitnya. "Jadi sepupu lo sakit?" kini Nabilla bertanya. "Ya gitulah. Gue sering nganter sepupu gue check up ke sini setiap bulan." "Oh ya? Sakit apa emang?" gantian Keyra yang bertanya. "Gue kurang tahu. Yang pasti gangguan pencernaan. Dan—.." belum sempat melanjutkan bicaranya hp laki-laki itu berbunyi lagi. "Ah sorry. Gue harus buru-buru. Gue duluan ya!" "Iya," jawab Nabilla dan Keyra bersamaan. Laki-laki itu pergi setelahnya. "Baik juga dia," cetus Nabilla. Keyra hanya manggut-manggut. "Eh ngomong-ngomong lo kesini naik apa Key? Taksi?" "Nggak. Gue bawa mobil, habis dari kantornya Kevin gue langsung ke sini tadi." "Oo macam tuu. Temenin gue ke kantin yuk.." ajak Nabilla. "Hayuklah, gue sekalian pengen beli minum. Haus," "Woii Devan. Kemana aja sih lo lama banget. Ditungguin juga!" omel perempuan di depannya. "Sorry, lo udah lama nunggu?" "Udah. Seabad!" "Ah lebay lo." "Dihh biarin. Yang namanya cewek itu mana bisa suruh nunggu lama-lama." Perempuan itu masih kesal dengan laki-laki yang bernama Devan itu. "Woii Dev! Yee diajak ngomong malah nyengar-nyengir gak jelas. Kesambet jin mana lo!" perempuan itu memukul bahu Devan. "Gue habis nabrak cewek. Behh cantik banget berasa habis ketemu bidadari, sumpah." "Hehh inget umur woii. Udah berapa kali lo ngomong kayak gitu setiap habis ketemu cewek, hahh. Gak bosen lo?" "Paan sih. Buat kali ini cewek tadi tu bener-bener cantik, beneran gue gak bohong." "Terserah. Btw lo ajak kenalan nggak?" saat bertanya seperti itu Devan langsung menatap sepupunya. "Kenapa lo ngeliat gue kayak gitu? Minta gue colok ya mata lo?" "Ck, gara-gara lo gue jadi nggak sempet ajak dia kenalan." "Lak gok gue? Lo nya aja jadi cowok kurang gercep!" "Emang ya cewek itu gak pernah mau kalah, dasar. Gimana hasil check up lo?" "Lumayan, lebih baik daripada kemaren," ••••• Kevin memasuki rumah mewah yang saat ini ditempati olehnya dan Keyra setelah menikah. Rumah sebesar ini hanya mereka yang menghuni. Tidak ada pembantu ataupun tukang kebun. Keyra yang saat itu tengah menuruni tangga, ia mengulas senyumnya lalu segera menghampiri Kevin. Laki-laki itu tersenyum ketika Keyra datang menghampirinya. Begitu sampai di hadapan Kevin, ia mengambil alih tas Kerja yang suaminya bawa. "Makasih Sayang. Kamu selalu gini tiap aku pulang Kerja. Makin sayang deh," ucap Kevin senang. Ia menangkup wajah Keyra dengan kedua tangannya lalu mencium bibir Keyra sekilas. Tanpa lumatan maupun gigitan. Setelah bibir, Kevin beralih mencium kening Keyra. Perempuan itu hanya tersenyum geli dibuatnya. "Iya. Kamu mandi dulu gih. Mau aku buatin minum apa gitu gak?" "Nggak deh kayaknya. Aku mau langsung ke kamar aja, gerah banget pengen mandi." "Oke deh. Aku juga mau ke atas nyimpen tas kamu dulu." ujarnya, lalu ia berjalan lebih dulu di depan Kevin. Saat Keyra berbalik Kevin melihat perban yang menempel di siku Keyra. Kevin mengernyitkan dahinya. "Sayang tangan kamu Kenapa??" ia meraih tangan Keyra. "Siapa yang berani gangguin kamu?? Bilang sama aku." "Gak usah khawatir gitu, Vin. Aku gak papa kok. Ini tadi aku cuma jatuh. Ada orang gak sengaja nabrak aku waktu di rumah sakit." "Ck. Harusnya kamu hati-hati dong. Kamu kan tahu aku tipe suami yang gak bisa liat luka di tubuh kamu." Keyra terkekeh, "Iya-iya Sayang. Makasih udah perhatian sama aku. Lain kali aku bakal hati-hati. Ayo sekarang kamu mandi." "Hmm iya-iya," Sesampainya di kamar, Kevin memang benar langsung mandi. Keyra membaringkan tubuhnya di kasur setelah menyimpan tas kerja Kevin. Perempuan itu memainkan game yang ada di ponselnya. Tak selang lama pun pintu kamar mandi terbuka. Kevin keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana boxer dengan handuk kecil yang terkalung di lehernya. Perut sixpack dan otot-ototnya yang kekar terpampang jelas di depan mata Keyra. Siapa sih yang tidak terpesona. Pastilah Keyra terpesona. "Udah selesai mandinya? Sini aku bantu keringin rambutnya," kata Keyra lembut. Ia menghampiri Kevin lalu menyuruhnya duduk di tepi ranjang. Kevin pun duduk. Keyra berdiri menghadap Kevin lalu dengan lihai ia mengeringkan rambut suaminya dengan hairdryer. Sedangkan Kevin asik memandangi wajah cantik Keyra, tangannya merangkul di pinggang istrinya. "Selesai," Keyra tersenyum. Kevin menahan tubuh Keyra saat perempuan itu hendak pergi. Keyra menaikkan alisnya bingung. Kevin meraih tangan Keyra lalu menciumnya cukup lama. "Aku suami kamu kan? Kamu tahu kalo kamu nggak menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang istri kamu bakal jadi istri durhaka," ujar Kevin. "Oh come on Vin, kamu ngomong apa sih?" "Kamu selalu bangunin aku, siapin aku sarapan, nyiapin pakaian, ngurus aku ini itu" Kevin mengatakan seraya memandang wajah Keyra. "Ya itu kan emang tugas aku," jawabnya. "Udah deh kamu jangan ngomong aneh-aneh. Mendingan kamu pake baju dulu gih, kamu udah kedinginan" Keyra mengelus d**a bidang Kevin. "Hey stopped, kamu bisa bangunin junior aku Ra" adunya. Perkataan Kevin mendapatkan hadiah cubitan kecil dari Keyra. Laki-laki itu terkekeh,"Diluar lagi hujan deras, Ra. Cuacanya sangat mendukung. Aku pengen itu" "Itu? Itu apa? Kamu pengen aku bikinin kopi?" "Ishh, bukan atuh Ra. Aku tuh pengen minta hak aku sama kamu, aku kangen pengen nerkam kamu" ujar Kevin dengan cengiran khasnya. Blushh~ Pipi Keyra langsung merah merona karena malu. "Kamu gemesin kalo merah gitu," tambah Kevin. "Udah dong kamu jangan godain aku. Lagian kamu ngomongnya v****r banget sih" ujar Keyra masih nyaman dengan posisinya. "Ayolah Ra, aku pengen banget. Aku rindu suara desahan kamu" Kevin terkekeh. Lagi-lagi Keyra mencubitnya, "Kalo aku nggak mau gimana?" Keyra tersenyum jahil. Tangannya merangkul di leher Kevin. Jelas itu semakin membuat Kevin b*******h. Seakan Keyra lah yang sedang menggodanya. "Kalo kamu nggak mau aku bakal paksa kamu." Tanpa babibu Kevin langsung membaringkan tubuh Keyra terlentang di ranjang. Ia menindihnya. Kevin mencumbu leher Keyra dengan gencar hingga suara desahan keluar dari mulut Keyra. Mendengar suara itu Kevin semakin liar. "You make me h***y, Baby. I want you. Let's eating your body!" gumam Kevin serak. Laki-laki itu langsung mencium bibir Keyra habis-habisan. Sementara Keyra, hatinya membiarkan ini semua terjadi. Sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri untuk memuaskan suami. Salah satu tangan Kevin sudah menelusup ke dalam baju Keyra dan tangan satunya lagi ia gunakan untuk menarik selimut menutupi tubuh mereka. Dan untuk selanjutnya kalian pasti tahu kan apa yang akan terjadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD