“Kyara.. Would you be my wife?” Rayyan melamarku. Aku menutup mulutku dengan satu tanganku. Mataku mulai berkaca-kaca mendengar lamaran dari Rayyan. “Kamu mau kan, Kya?” tanya Rayyan penuh harap. “Aku mau jadi istri kamu..” aku menerima lamarannya. Rayyan langsung bangkit dan menatapku tak percaya. “Kamu nerima aku, Kya?? Kamu beneran nerima lamaran aku??” Kuangukan kepalaku menjawabnya. “YEESSS!!! KYARA NERIMA GUE!!” teriak Rayyan kegirangan. Rayyan langsung mengecup keningku lalu menarikku ke dalam pelukannya. “Makasih ya, Kyara.. Makasih..” berulang kali dia mengucapkan terima kasih karena aku sudah menerima lamarannya. *** Selama dua minggu penuh aku dan Rayyan sangat disibukan dengan persiapan pesta pertunangan dan juga pertemuan keluarga. Aku menginginkan pesta yang sede

