Dua Puluh Enam - Would You Be My Wife?

1934 Words

Rayyan terus melumat bibirku dengan lembut. Hal tersebut mampu membuatku memejamkan mata dan menikmati sensasi yang diberikan dari ciumannya itu. Rayyan kemudian meletakan tangannya di tengkukku. Menahan diriku agar aku tidak menjauh atau menolaknya. TIINN.. TIINN.. Kencangnya klakson mobil di belakang kami benar-benar mengejutkan kami dan juga menyadarkan jika kami berada di tengah-tengah jalan. Lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau, tandanya kami harus melanjutkan perjalanan kami. “Maaf ya, Kya. Kita lanjutkan nanti ya setelah sah menjadi suami istri.” kata Rayyan. Aku mengangguk malu. Otakku tidak bisa berpikir untuk saat ini. Berkali-kali aku menolak Rayyan namun setelah menerima ciumannya aku langsung mengangguk mengiyakan perkataan Rayyan tadi. *** Aku membawa sebuah tas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD