“Kyaraaa… Ilonaaa… Kenapa kalian tega meninggalkanku… Huhuhuhu…” Rayyan meraung-raung. “Maafkan aku Kyara… Maafkan aku… Cepat pulang Kyara…” Apakah ini adalah akhir dari penderitaan Kyara dan juga akhir dari pernikahan mereka? Masih terlalu cepat jika mengatakan ini adalah akhirnya. *** Pak Barra memperhatikan putranya dari depan pintu kamar yang terbuka. Pintu kamar memang sengaja tidak ditutup oleh Rayyan, berharap istri dan malaikat kecilnya pulang ke rumah dan langsung menemuinya di kamar. Miris. Itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan bagaimana kondisi Rayyan saat ini. Tubuhnya yang sangat atletis sebelumnya kini terlihat kurus dan lemah. Untuk memenuhi nutrisi dalam tubuhnya saja dia harus dibantu oleh cairan infus. Dia masih menolak untuk makan sampai Kyara pulang ke rumah i

