"Iya, gue senang! Karena dengan begini seharusnya lu belajar! Lu gak bisa mengorbankan perasaan seseorang hanya untuk mendapatkan ambisi keluarga lu! Harta? Tahta? Jika Tuhan berkehendak, semua bisa Dia ambil dari lu sekarang juga! Terus apa? Wanita? Lu seharusnya memuliakan istri lu! Buat dia sebahagia mungkin karena sudah memilih lu! Tetapi lu masih belum bisa ngelakuin semua itu! Karena apa? Karena lu takut kehilangan semua harta lu kalau lu gak menikah dengan Carissa kan?" "Aku tidak butuh penjelasanmu! Cepat pergi dari sini dasar wanita murah*n!!" nada suara Rayyan meninggi. "Tapi sayang ..." "Aku juga akan secepatnya mengurus perceraian kita!" Rayyan menambahkan. *** Carissa menyeret koper besar berisi pakaiannya menuju ke pintu keluar rumah keluarga Narendra. Sesekali Ca

