Enam Belas - Belajar Melupakan

1762 Words

“Kyara?? Kamu mau kan menungguku kembali ke Jakarta? Aku akan segera menyelesaikan urusanku disini dan datang menemui ornag tuamu untuk melamar kamu, Kya.” Lanjut Kenan. “Aku gak tahu Ken.. Aku gak tahu..” “Kenapa Kya? Kamu sudah tak mau menungguku?” “Bukan begitu, tetapi kamu sudah menjadi suami orang, aku gak mau merusak hubungan orang lain.” Jawabku dengan menitihkan air mata. “Tapi kamu masih mencintaiku ‘kan?” tanya Kenan penuh kecemasan. Aku tak sanggup menjawab pertanyaan tersebut. Walau hatiku ingin meneriakan jika aku masih sangat mencintainya dan mengharapkannya kembali, tetapi dia sudah milik orang lain. Jawaban apa yang harus aku berikan pada Kenan?   ***   Pada akhirnya aku pun mengakhiri panggilan video dengan Kenan. Aku lebih memilih memikirkannya matang-matang apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD