“Belajarlah untuk mencintai istri kamu, belajar untuk tulus mencintai dia, karena dia juga perempuan seperti aku, sudah pasti aku bisa merasakan bagaimana perasaannya jika dia tahu kamu masih menghubungi mantan kekasih kamu.” “Kyara? Aku bilang sudah cukup Kya! Aku mohon maafkan aku karena sudah ninggalin kamu. Kali ini aku akan berjanji sama kamu kalau aku akan segera menceraikan istriku dan kembali ke Jakarta. Oke Kya?” Kenan berusaha memaksaku agar aku tetap menunggunya. “Kenan, maafin aku. Aku gak bisa nunggu kamu. Aku gak bisa ngerusak rumah tangga kamu. Maafin aku Ken..” aku pun langsung mengakhiri panggilan teleponku. *** Tak terasa hari bergulir cepat. Aku membuka kedua mata dan merasakan sedikit sakit di keningku. Sepertinya aku ketiduran saat sedang menangisi keputusank

