Dia Sang Takdir

811 Words

Dia Sang Takdir "Apa kamu percaya, Aisya? Bahwa tidak ada yang mampu mengalahkan kekuatan cinta karena Allah dan syair cinta di sujud sepertiga malam." -A.  Syauqillah Arsyad- ***  “Assalamualaikum.” Akbar memeluk Rahabul Aziz, sang sahabat dengan erat. “Waalaikumsalam, Saudaraku. Bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Mungkin jika bukan karena acara khitbah anak kita, kita tidak akan bertemu.” Suara berat itu milik Rahabul Aziz, kyai kondang yang dikenal oleh seluruh orang. Akbar melepaskan pelukan mereka. Laki-laki paruh baya itu mengulum senyum bahagia. “Sangat baik, Pak Aziz. Maaf sekali karena jarang berkunjung. Akhir-akhir ini, saya sangat sibuk sekali.” Dua pria paruh baya itu saling berbincang, melepas kerinduan, sedangkan dua wanita berkhimar yang berada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD