Ketika Ikhlas Hanya Sebuah Lisan "Rupanya aku turut membohongi hati dan jiwaku. Ketika dengan bangganya aku berkata ikhlas, padahal Hatiku meronta menahan tangis karena ikhlasku dipertanyakan." -Syauqillah&Syadzahra- *** Dua malam telah berlalu, menghilang dari pandangan gadis bermata cokelat terang itu. Matanya menyorotkan kesedihan dan kehampaan, padahal biasanya mata itu memancarkan sorot yang mampu menghipnotis seluruh pasang mata yang menatapnya. Namun, mata itu telah kehilangan binarnya dan telah tergantikan oleh bulir bening yang terjatuh tanpa permisi. Gadis bernetra cokelat itu memeluk erat buku diary-nya di tengah keheningan dan kepekatan malam sembari membaca isi dari buku tersebut di dalam hati. “Ya Allah, aku sendiri tidak tahu perihal hati yang ada pada diri Syauq

