"Pizza delivery!" Suara dari balik pintu membuat Karenina berlari membukanya. Bibirnya tersenyum lebar. Di depan pintu Trisha berdiri, menenteng dua boks pizza berukuran raksasa. Aroma keju dan pepperoni langsung menyeruak, menggoda indra penciumannya. "Ya ampun! Banyak banget pizzanya?" seru Karenina, tawanya pecah. "Kita kan mau maraton nonton film? Perlu energi yang banyak!" sahut Trisha seraya melenggang masuk. Ia meletakkan boks-boks pizza itu di meja kopi, di samping sebuah pitcher bening berisi minuman berwarna hijau menyegarkan. "Aku udah bikin mojito buat minumannya!" ujar Karenina bangga, menunjuk pitcher itu. Es batu, helai daun mint, serta irisan jeruk nipis tampak mengapung di dalamnya. "Oh! I love it!" Mata Trisha langsung berbinar-binar, ia bahkan sampai bertepuk tan

