Dari balik jendela, Karenina menatap sebuah keranjang berisi aneka buah segar yang tampak sengaja diletakkan seseorang di pagar tembok rumahnya. Dengan hati penuh tanya, ia membuka pintu lalu mengambilnya. Ah, baik sekali Mas Rifan, gumamnya dalam hati. "Wah, habis beli buah, nih, Mbak Karin?" Suara itu membuatnya terkejut. Karenina menoleh dan mendapati pria bernama Rifan keluar dari dalam rumahnya, mengenakan jaket dan helm, tampak siap berangkat kerja. "Loh... ini bukannya dari Mas Rifan?" tanyanya, sedikit bingung. Pria itu menggeleng. "Bukan, Mbak. Emangnya enggak ada nama pengirimnya?" Karenina kembali menatap keranjang buah itu, mencari secarik kertas atau tanda pengenal. "Enggak ada," sahutnya, dahinya berkerut. "Siapa tahu dari pacarnya Mbak Karin? Sengaja kasih surprise!"

