MULAI CEMBURU

1265 Words
WARNING!!!! BAB INI MENGANDUNG UNSUR 18+ (KEKERASAN). HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!!! BAB 4| MULAI CEMBURU Tak berapa lama setelah memposting foto itu, mulai banyak notif yang masuk dari teman-teman ku yang berada di Paris, salah satunya, Tessa. PERBINCANGAN TIGA SAHABAT INI DALAM BAHASA PERANCIS!! GROUP BEST FRIEND TO FOREVER Tessa Cute Typing.... TESSA CUTE "Gue ga bakal lupa! Sesampai di sana, gue bakal hubungin kalian kok!"/ send. RAN SERA "??? What do you mean?" TESSA CUTE "Peka dikit, bisa ga sih?? RAN! Jelas-jelas Lo yang bilang kalimat kaya gitu pas di Bandara! Masa sih malah lupa? Malah post foto sama cogan..udah lupa ya, sama kita?"/mulai mencibir. ?️Tessa Cute Is Making a Video Call in the 'Best Friend To Forever' Group /Belum ada respon dari siapapun TESSA CUTE "Oee....angkat!! Dav, elo Online kan?? Kenapa malah di kacangi dihh?? Ran juga malah nolak panggilan nya!" /call back (panggilan pun diterima) Perbincangan di dalam Vidio Call Tessa: "Gaiss....kok belum ada sih yang mulai bicara?"/ mulai receh David: "Hm?? Gue lagi sibuk, Tess. Gimana sama Ran?"/ menatap ke arah vidio-ku. Tessa: "Dia ga peduli lagi sama kita, Dav. Dia udah sama cogan!!"/ mulai mengadu. David: "Beneran?? Cogan nya kasih tunjuk dong!!" Ran Sera: "Tess, elo bisa ga sih diam bentar aja?? Bikin rusuh"/ kesalku dan mengarahkan vidio ke arah Morgan "Btw, nih Cowo namanya Morgan. Yahh...hanya teman sekelas, terus makanya gue di sini sama dia, abisnya Morgan baru siap ngajak gue jalan-jalan seluruh sekolah ini" /Tessa dan David menatap tajam ke arah Morgan "Hei Lo!! Jangan ngegoda sahabat gue ya! Awas, gue ga segan-segan buat nonjok muka palsu elo!"/ sahabatku yang satu itu mulai mengeluarkan aura horor dan suaranya terdengar cukup keras. David: "Bodoh!! Dia ga tau bahasa Perancis, Paok! Make bahasa Indonesia aja. Lagian bahasa Indonesia Lo kan, cukup lancar?" Ran Sera: /menjadi penyimak setia Tessa: Sementara gadis itu menimpuk jidatnya. "Sorryyy...gue lupa!!" "Soalnya Ran udah punya pacar, tau ga?"/bahasa Indonesia "Ohhh...iya!! Nama Lo Morgan kan?? Morgan, gue peringatkan! Jangan dekat-dekat sama Ran, atau gue tonjok deh! Dekat sama dia artinya minta mati sama Nona Tessa. Ini pacar Ran jelas-jelas ada di depan mata Lo! Namanya 'DAVID!' " Aku yang sudah tak tahan lagi, segera mengakhiri obrolan ini. Aku menatap ke arah Morgan "maaf jika teman ku berkata seperti itu" lirih ku. "Aku pergi dulu!" pamit ku. Sekarang, kepala ku rasanya ingin pecah. Berdenyut tiada henti. Jika sudah begini, sepertinya ada firasat buruk yang akan terjadi. Kini, aku ingin segera pulang dan tidur di rumah. Kenapa langsung pulang?? Yahh..jelas dong. Dua jam yang lalu, jam sekolah sudah berakhir. Hanya saja aku mengulurkan waktu untuk mengikuti Morgan yang menuntun ku untuk mengenal lebih jauh sekolah ini. Biar bagaimanapun, memang harus begitu. Karena kini, aku berada di Indonesia. Dan bersekolah di SMA ter-elit di kota ini. **** "Bun? Ayah??" seru-ku begitu masuk ke rumah. Ehh.....tunggu dulu!! Aku menimpuk jidat. "Bukankah bunda bilang dia akan pulang malam? kemudian ayah?? N'tahlah...aku juga tidak tahu dimana pria itu" gumam ku seraya naik ke tangga menuju lantai atas, dimana kamarku berada. Sesampai di kamar, aku bergegas untuk mengganti pakaian ku menjadi baju santai. Tidak lupa, aku juga makan untuk mencegah datangnya penyakit. Aku merebahkan diri ke tempat tidur ku. Inilah tempat kesukaan ku semasa kecil. Ini adalah rumah nenek. Dan ini adalah kamar ku yang khusus di berikan oleh wanita yang sudah tiada itu. Ku pejamkan mataku sesaat. Menikmati hembusan angin yang tertiup dari gorden jendela. 'Apa itu kasih sayang orangtua? Kenapa tiap kali aku mendengar orang menyebut kata itu, selalu ada rasa iri dengan ku? N'tahlah. Aku sendiri bahkan tak tahu definisi kasih sayang orangtua. Karena aku sama sekali tak pernah merasakan nya. Aku selalu berharap, orangtuaku lebih mementingkan anaknya sendiri di bandingkan urusan pribadi. Aku tak cukup hanya dengan uang banyak. Tapi jika bisa, aku lebih memerlukan kasih sayang dan kepedulian itu' batinku dalam hati dan tanpa sadar mengeluarkan air mata. 'Tapi sepertinya aku tak pantas mendapatkan nya. Aku ini hanyalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga broken home' **** "Bagaimana? Apa semuanya sudah beres?" seorang pria dengan rambut panjang berwarna putih, yang di baluti oleh topi hitam, serta memakai jaket, di tambah pemandangan yang dingin, menambah aura menakutkan. "Sudah tuan" jawab seorang wanita yang berpakaian serba hitam namun ketat, sembari menunduk dan mengulurkan sebuah koper yang tentunya berisi dengan benda-benda berbahaya. "Bagaimana dengan misi kalian, kali ini?" tanya pria dingin itu. "Berjalan lancar tuan. Bisa ku pastikan tidak ada jejak yang membuat anggota FBI curiga akan kasus ini!" jawab wanita itu kembali tegap dengan percaya diri. "Hm, bagus. Malam ini aku akan berangkat. Aku mau, tidak ada orang yang memantau pergerakan ku dan kalian serta paparazi yang berkeliaran di mana-mana!" pinta pria itu. "Beres tuan. Semua bawahan ku sudah memiliki persediaan yang matang!" seru wanita itu. "Berkata memang mudah, tapi aku ingin bukti. Jika aku mendapati ada yang berkhianat, ku pastikan kalian akan kehilangan kepala kalian sendiri dalam hitungan lima detik!" Seru pria dingin itu dengan sinis. "Baik. Dimengerti tuan!" jawab wanita tersebut. **** Paris, 08.00 pagi. Apartemen Helios Carlos. Tokk...tok...tok "Masuk" Begitu mendengar suara seruan dari dalam, membuat orang yang ada di luar menyeringai sinis. Pria yang tak lain dari pria dingin tadi, segera masuk menemui seseorang yang sedang ber-olaharaga mengangkat beban berat (barbel). "Apa aku sedang di abaikan, he?" seru pria dingin itu. "Helios! Apa kau punya sopan santun, breng*ek??" bentak pria dingin itu menghentikan aktifitas orang yang sedang olahraga itu. Yahh...pria yang tengah mengangkat barbel itu, di kenal dengan nama Helios Carlos. Seorang pria yang memiliki bakat olahraga paling bagus, dan diakui seluruh dunia. "Frengky??" kekeh Helios mulai berdiri usai meletakkan barbel tersebut. Frengky. Nama pria dingin yang selalu memiliki banyak pemikiran licik itu. "Kau pikir, diantara kita, siapa yang senior? Kedudukan siapa yang lebih tinggi, ha?" Helios menggeram tak suka, bahkan mencekik leher Frengky. "Sebelum kau melakukan aksi ini, aku sudah terlebih dahulu akan membunuh mu" sinis Frengky mengeluarkan sebuah pisau yang berharga puluhan juta yang di curi nya dari markas. Frengky yang mulai kehabisan nafas mengarahkan pisau itu ke leher Helios yang terbuka. "You want kill, me??" Heh, bermimpi saja!" Helios tanpa aba-aba malah melepaskan cekikan nya, membuat Frengky terdorong ke belakang. Alhasil, pria itu terjatuh. "Katakan apa alasan mu kenapa kau kemari, jangan bermain kasar!" ucap Helios mulai duduk di kursi yang menghadap ke arah Frengky. Serta menyesap minuman wine, yakni minuman favoritnya. Frengky bangkit setelah mengambil kembali pisaunya. Ia mendekat dengan perlahan ke arah Helios. "Tidak ada alasan apapun! Aku hanya ingin, kau, MATI b******n!!" teriak nya melempar pisau itu tepat ke arah d**a Helios. Namun na'as. Helios yang sudah hafal dan pandai dalam menguasai trik bela diri, dengan gesit mencekal kedua tangan Frengky serta menangkap pisau itu. "Ini adalah pisau yang di larang untuk di gunakan oleh anggota biasa seperti mu. Dan biar saja, karena kau telah melanggar nya, pisau ini sendiri yang akan memberimu hukuman!" tukas Helios lembut namun tajam serta... Duar...takk....tuss... Darah segar mulai mengalir dengan deras, mengotori lantai. Pisau itu telah menghujam perkakas dalam Frengky. Sampai hari ini-lah dia hidup. Ingin melakukan hal bengis, namun ia malah menerima balasannya. Frengky telah mati. Dibunuh oleh atasan sendiri. Helios mengeluarkan pisau itu dari tubuhnya. "Tenanglah disana, Frengk. Ini bukan kesalahan ku yang membunuh mu. Jelas-jelas, kau sendiri yang ingin membunuh ku dalam arti lain, bahwa kau ingin di bunuh" "Jasa mu selama ini sudah membantu banyak Markas Orukusa, namun tidak bagiku!" Kata-kata yang keluar dari mulut Helios, mungkin benar-benar kejam namun tidak ada yang tau. Apa itu sesuai real atau rekayasa saja. Satu amanah dari author: Bab ini mengangkat tema senjata makan tuan. Mulai saat ini, hindari yuk penggunaan senjata makan tuan!!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD