Luna membulatkan matanya kala ia memasuki rumah kaca yang telah ditata dengan sekumpulan bunga baby breath putih. Indah, sekaligus cantik. Kesan mewah dan elegan memenuhi keseluruhan tempat. Jumlahnya banyak sekali, hingga ruangan ini nyaris penuh. Hanya ada satu jalan yang terbuka di bagian tengah, dan tanpa sadar Luna berjalan ke arah sana, menelusuri tempat ini dengan mata yang berbinar. Ia takjub, terkejut, dan tak bisa berkata-kata. Ia masih terpesona, meski ia menyukai bunga matahari, tetapi ia tidak bisa menampik fakta bahwa semua tanaman ini tampak indah, seolah memang disiapkan untuknya. Luna masih tidak bisa berkata-kata di tempatnya, saat ia melihat Zero berdiri di belakang semua bunga itu, dengan senyumannya yang selalu menawan. Wajahnya tampak lelah, tetapi ketampanan lela

