Cinta itu ajaib. Pemikiran itulah yang bersarang di benak Luna sejak tiga puluh menit yang lalu. Jika diulas kembali, dia sama sekali tidak menyangka kalau ia dan Zero akan berakhir seperti ini, di atas ranjang yang sama dengan netra yang saling menatap penuh cinta. Zero memintanya untuk pindah ke kamar utama, tempat lelaki itu beristirahat. Ia pernah bilang pada Luna kalau gadis itu tidak pantas untuk masuk ke dalam sini, Luna terlalu murahan katanya. Well, Zero sudah minta maaf atas segala perbuatannya di masa lalu, dan bagi Luna itu sudah cukup. Kamar ini tidak seindah bayangan Luna, karena pada nyatanya isinya hanya didominasi oleh hitam dan putih. Tidak ada yang spesial, di depan ranjang ada TV jumbo yang tergantung, entah ukurannya berapa inci. Ada akuarium besar di bagian sebe

