Arka harus berangkat siang ke Jakarta. Sementara ia mengatakan pada Sherry akan pergi malam ini. Karena terlalu mendadak Arka tidak mungkin kembali ke rumahnya, ia menghubungi Sita untuk membereskan beberapa pakaian dan Sherry jadi satu. Lalu meminta Sherry untuk mengantarkan ke bandara. Sudah hampir setengah jam Arka menunggu Sherry di bandara. Ia harus berangkat secepatnya siang ini juga menggunakan helikopter pribadinya agar lebih cepat ia sampai ke kota Jakarta. Arka tertawa melihat Sherry yang berlari menghampirinya, apalagi wanita tengah menyeret koper miliknya. "Kamu kok lama? Saya sudah daritadi menunggu." Arka mengambil ahli koper yang Sherry pegang, lalu tangan satunya mengambil tangan Sherry. "Ayo kita berangkat sekarang." Tambah Arka. "Kita? Maksud kamu apa?" Sherry mengh

