Tak terasa hari yang terburuk bagi Sherry telah tiba, wanita itu terus menatap jemarinya yang sudah tersemat cincin berlian yang indah. Sherry tak percaya jika kini ia sudah menjadi istri dari Arka, meski hanya jadi istri sirih. Entah kenapa hati Sherry merasa berat, hatinya bercampur aduk. Seperti mimpi buruk, tak pernah terbesit bagi Sherry yang akan menjadi suaminya bukan Nathan. Bahkan tidak pernah ia bayangkan bisa mengkhianati Nathan seperti ini, rasa bersalah kembali menghantui Sherry. Entahlah.. Sherry di selimuti ketakutan, hatinya terus bertanya bagaimana jika suatu hari Nathan sadar dan mencari dirinya. Tidak mungkin dia lari dari Arka, pria ini luar biasa sadissadisnya. Siang itu mereka telah selesai melakukan prosesi akad nikah, Arka tidak berminat untuk melakukan honeym

