69

1519 Words

Keesokan harinya, tepat pukul sembilan Aruna sudah keluar dari dalam kamarnya. Dia sudah berpenampilan rapi dengan setelan blouse dan juga celana jeans, lengkap dengan tas selempang yang dia kenakan. Orang-orang di rumahnya, menatap dia dengan bingung. Pasalnya Aruna bisa bangun pukul sembilan ataupun sepuluh setiap akhir pekan. "Kamu mau kemana? Kok tumben udah rapi banget?" tanya Mamanya lebih dulu. Mengulas senyum, Aruna berputar di depan semua anggota keluarganya yang hari ini ada dalam formasi lengkap. "Aku cantik enggak hari ini?" tanya Aruna. Tangannya mengurai rambut yang dia buat bergelombang di bagian bawahnya. Kedua orang tuanya dan juga Arsha saling pandang. Mereka seperti pernah melihat kejadian ini dulu saat Aruna pertama jatuh cinta pada Rona. "Kamu...mau jalan sama si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD