70

1530 Words

"Beneran cukup cuma segini?" Aditya menunduk, melihat empat keping roti yang ada di dalam plastik. Semua roti itu adalah pilihan Aruna yang katanya favorit gadis itu selama ini. "Iya, cukup kok. Aku makan paling dia biji aja," kata Aruna. Gadis itu juga membeli s**u murni kemasan kotak kecil untuk dirinya dan juga Aditya. "Makan dua doang enggak akan kenyang dong. Kamu harus makan lebih banyak, jangan sampai kamu jadi pingsan lagi karena kekurangan makan." Berjalan keluar dari toko, Aditya masih membujuk Aruna untuk membeli roti tambahan. Namun gadis itu masih kekeuh menggeleng. "Aku udah cukup kok. Lagian rotinya kan besar-besar, jadi pasti bakalan kenyang." Akhirnya Aditya menyerah. Dia hanya mengangguk dan kembali membukakan pintu penumpang untuk Aruna. Sedangkan dirinya harus be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD