"Lama banget!" Aruna mencebik, dia lekas mengenakan sepatu flat miliknya dan berlari kecil menghampiri Rona yang ada di balik pagar. "Aku kan harus jadi serapi dan semenarik mungkin karena ini hari pertamaku kerja! Lagian aku enggak minta kamu buat jemput aku, tuh!" sungutnya. Rona berdecak pelan, memasangkan helm dengan rapi ke atas kepala Aruna. "Ya terus? Kalau aku enggak jemput, kamu mau naik motor gitu? Jangan harap aku bakalan izinin ya!" Kembali mencebik, Aruna kini langsung naik ke atas boncengan motor pacarnya itu. "Jalan, Pak!" suruhnya sambil menepuk punggung Rona dengan cukup keras. Ia terkekeh saat melihat wajah kesal Rona dari kaca spion. Meskipun begitu, pria itu langsung menarik ke dua tangan Aruna untuk melingkar di pinggangnya. Hal kecil yang tidak pernah gagal mem

