11. Serangan Hanahaki Disease

1610 Words

Tepat pukul sebelas malam ketika Gara masih duduk terdiam di ruang tengah apartemennya. Berteman sebotol vodka yang tersaji di atas meja, dengan perlahan ia menyesap rasa getir pahit yang terasa menghangatkan badan. Raymon sudah kembali pulang sekitar satu jam yang lalu, dan seharusnya tidak ada alasan untuk Gara tetap duduk di sofa itu. Namun entah karena apa, pria itu tetap setia tak bergeming sembari matanya sesekali melirik ke arah pintu keluar. “Apa dia benar-benar menikmati kencannya hari ini? Kenapa jam segini belum juga pulang?” Gara mendengkus lantas dengan gerakan kasar ia menyugar rambutnya ke belakang. “Hah! Sialan! Ada apa denganmu, Sagara Kencana?! Kau tidak sedang berpikir untuk mengkhawatirkan wanita itu, bukan?” tanya Gara lebih kepada dirinya sendiri. “Lagipula dia sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD