DIA PROTES

1111 Words

“Kami minta tolong, Bli. Arwah kami kebingungan. Tubuh kami dikubur bagai bangkai tikus tanpa upacara adat,” ucap Deswita diiringi suara tangis. “Kami akan bantu sebisanya, Gek Deswi,” sahut Gayatri penuh kasih. Hati wanita ini sangat terenyuh dengan keadaan kakak beradik malang ini. “Kami pamit Gek Gayatri, Bli Kadek.” Tiba-tiba sunyi dan hening. Angin seakan-akan lupa berembus. Burung-burung di rating pepohonan terpaku, lupa cara terbang. Alam ikut berduka mendengar cerita tentang mereka. Gayatri menghapus air mata tak berhenti mengalir. Tak jauh beda yang dirasakan oleh Kadek Satya. Buliran bening terlihat mengenangi kornea. Pasangan ini benar-benar tak habis pikir dengan kebiadaban yang telah dilakukan Pak Beni dan Pak Man. “Setau tiang, Mendiang Bapa hanya mecaru dengan hewan. T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD