Bab 53 - Kemarahan Wihesa

2124 Words

“Hanya segelas air dingin saja. Aku rasa Tante tidak perlu sampai seheboh itu.” Galaksi berujar dengan sinis kepada Safira, kemudian mengembalikan gelas yang telah kosong kepada Lastri. “Aku masih berbaik hati tidak menyiramnya dengan air panas, Tante. Sebaiknya Tante lihat sendiri seperti apa rupa putra kesayangan Tante itu,” lanjut Galaksi lagi. Safira mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Netranya memandang Galaksi dengan penuh kebencian. Namun, ia tidak ingin beradu mulut dengan putra tirinya tersebut dan memilih untuk melihat keadaan Langit yang yang baru saja siuman dalam kondisi yang basah kuyup. Aroma alkohol yang menyengat tercium dari tubuh Langit. Safira menebak jika putranya itu telah meminum banyak alkohol tadi. Ia pun segera memanggil pelayan untuk membawakan handuk u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD