"Nothing, Acha. Nothing. We're just friend." "Are you sure?" Acha masih menatapnya dengan tatapan menyelidik. Ia bukannya tak percaya. Hanya ingin memastikan saja. Ya siapa tahu kakaknya hanya bekum menyadari kalau ada rasa suka kan? Perasaan itu memang begitu. Terkadang terlewat tanpa disadari. Dan lagi, pembicaraan dua hari yang lalu memang masih dibahas oleh Acha hingga sekarang. Karena ia begitu penasaran. Menurutnya, lebih dari teman. Ia sudah mengkonfirmasi bukan dari Mario? Mario saja hampir lupa persoalan itu karena kesibukannya pada hal lain. Mario pernah melihat kakaknya dibawa ke kantor lelaki itu. Bayangkan, ke kantor di mana ia bekerja. Itu artinya apa? Lelaki itu pasti ingin ia tahu bagaimana kesehariannya ketika sedang bekerja. Betapa kerennya ia ketika sedang berhadapan

