14 Flozia POV Aku menatap mobil sport berwarna putih yang memasuki pekarangan rumah orangtuaku. Seketika dadaku berdebar tidak menentu. Raven datang! Aku tahu Mami yang mengundang Raven. Dan aku juga sangat tahu, Mami ingin agar aku dan Raven segera berbaikan. Raven melangkah masuk ke beranda. Membuatku yang sedang duduk di salah satu kursi santai di teras, menjadi gelisah. Aku menahan napas, menjaga ekspresi agar tidak telihat gugup. Wangi parfumnya seketika menyentuh penciumanku membuat dadaku semakin berdebar tidak menentu. Aku bahkan bisa mendengar detak jantungku sendiri yang berdegup kencang. Raven duduk di kursi tidak jauh dariku. Aku hanya diam, berharap Mami datang menyelamatkan situasi. Tapi harapanku sia-sia. Mami sama sekali tidak mau keluar untuk berbasa-basi pada

