13

1427 Words

13   Flozia POV   Dengan perasaan kesal, aku melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah satu malam. Raven belum pulang sama sekali. Tidak biasanya dia seperti ini. Selama ini, dia tidak pernah jalan pada malam hari kecuali bersamaku. Apa Raven sedang kencan dengan wanitanya? Memikirkan itu, seketika amarahku membara. Baru tadi sore dia mengecapi tubuhku. Bahkan menghukumku dengan bekas-bekas gigitan itu hanya karena aku jalan bersama Rakka. Sekarang dia kembali bermain wanita di luar sana. Dengan perasaan kesal, aku berjalan ke pintu kamar dan menguncinya. Biar saja bila Raven pulang nanti, dia tidur di luar. Aku tak sudi tidur dengan pria yang habis tidur dengan wanita lain. Baru saja beberapa langkah aku berjalan untuk kembali ke ranjang, gagang pintu kamar terde

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD