9

1347 Words

9 Flozia POV Aku mengempaskan tubuh dengan kesal ke atas ranjang. Kesal karena dipaksa oleh Raven untuk ikut pulang dengannya. Sudah dua hari ini aku merana, dilema antara ingin memercayai Raven atau tetap kukuh pada pemikiranku bahwa Raven masih saja tidak berubah, masih playboy! Sambil mengatur napas yang memburu, aku menarik selimut menutupi tubuh dan memejamkan mata, tidak ingin melihat Raven dan kembali membahas masalah yang satu itu. “Bangun, Flo. Kenapa tidak ke dapur dan masak sesuatu untuk makan malam kita?” Raven duduk di sisi ranjang dan menarik selimutku. Selimut tersibak. Aku melotot padanya. Mengapa tadi tidak mampir ke restoran dulu untuk makan, malah buru-buru membawaku pulang ke kondominium. Apa dia takut aku kabur? “Ayo bangun.” Aku mendesah kesal. Aku dipaksa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD