8

1121 Words

8 Flozia POV Aku menatap hampa pada Raven yang sedang duduk bercerita dengan kedua orangtuaku. Aku tahu, kedua orangtuaku pasti menangkap ketidakberesan antara aku dan Raven. Saat meninggalkan toko pukul lima tadi, aku langsung ke rumah orang tuaku. Sebenarnya tokoku tutup pukul sembilan malam, tapi aku sangat jarang berada di toko hingga malam hari. Aku mempercayakan tokoku pada Arini, gadis muda yang sudah dua tahun ini bekerja padaku. Aku bahkan mengizinkan gadis yang berasal dari luar kota itu untuk tinggal di kamar kosong di lantai dua. “Raven minta izin pulang dulu, Pi, Mi,” kata Raven setelah cukup lama mengobrol dengan kedua orangtuaku. Mami tersenyum manis. Aku sangat tahu Mami sangat suka pada Raven, selain kaya, Raven memang sangat tampan. Dia memiliki mata cokelat terang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD