7

1619 Words

7 Flozia POV Aku mengempaskan tubuh ke atas ranjang, merasa sangat lelah setelah berjuang memasak untuk Raven. Meskipun masakannya tidak enak, tapi rasanya cukup puas bisa memaksa Raven menghabiskan lauknya. Aku menarik selimut sebatas d**a dan memejamkan mata. Setelah bekerja keras, bisa bertemu dengan kasur dan bantal, rasanya nikmat sekali. “Flo...” Samar-samar aku mendengar suara memanggilku. Tapi mataku terlalu berat untuk dibuka. Tanpa mengacuhkan suara yang memanggilku, aku menarik selimut hingga ke ujung kepala. “Flo...” Sekali lagi sebuah suara memanggilku. Akhirnya karena merasa tidurku terganggu, aku membuka mata. Seketika dadaku berdebar. Terlihat wajah yang sangat kukenal menatapku sangat dekat, membuat mataku membesar. “Ada apa?” aku bangun dan duduk. “Bikinkan aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD