6

1131 Words

6 Flozia POV “Aku tidak pandai masak, Raven,” kataku kesal saat Raven menyeret tanganku menuju mobilnya yang terparkir rapi di basement kondominium. Hari ketiga pernikahan kami, Raven memaksaku ke pasar tradisional untuk membeli sayur dan segala macam perlengkap untuk memasak. Aku tahu Raven sengaja ingin mengerjaiku. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus masak hari ini. Tugas istri itu memasak untuk suami,” Raven mendorong Flozia masuk ke dalam mobil sport mewah berwarna putih miliknya. Aku cemberut dengan napas memburu. Memasak adalah tugas istri? Itu istri zaman dulu. Istri zaman sekarang tidak perlu ke dapur lagi, hanya cukup di atas ranjang saja dan memastikan suami puas. Seketika wajahku memanas mengingat betapa nakalnya pikiranku saat ini. Percintaan kami berkelebat memenu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD