10 Flozia POV Sambil bersenandung kecil, aku membantu Arini memajang sepatu-sepatu yang baru saja tiba dari luar negeri. Perasaanku terasa jauh lebih ringan setelah kembali berbaikan dengan Raven. Bahkan mungkin, aku harus mengatakan, kalau aku seperti orang yang dilamun cinta, merasa senang, juga berbunga-bunga. “Flo...” Aku tersentak oleh sebuah panggilan. Dengan dahi berkerut, aku menoleh. Seketika senyum lebar melengkung di bibirku. “Rakka?” seruku gembira dengan mata berbinar senang. “Kapan pulang?” tanyaku penuh kejutan. Raka adalah teman dekatku yang tinggal dan bekerja di luar negeri beberapa tahun terakhir ini. “Baru saja mendarat dan langsung ke sini. Kangen sama kamu,” Rakka tersenyum lebar. Aku ikut tersenyum lebar, senang mendengar kata-kata manisnya. “Kamu mak

