11

1202 Words

11   Flozia POV   “Apa maksudmu dengan mengganggu acaraku bersama temanku?” tanyaku kesal begitu sudah berada di dalam mobil Raven yang sedang melaju di jalan raya. “Harusnya kamu sadar diri, kamu sudah menikah tapi masih saja berduaan dengan pria lain!” Aku mendelik menatapnya. “Apa tidak terbalik? Kamu yang masih terus bermain wanita!” ketusku. “Kami hanya teman.” Raven membela diri. Aku mencibir. Teman? Teman mesra maksudnya? “Dia istri temanku. Tadi kami makan bertiga,” jelas Raven tanpa kuminta, namun begitu, ada nada tak acuh dalam suaranya yang membuatku jengkel. Seolah bagi Raven hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan. Apa Raven tidak peduli sama sekali dengan perasaanku? Aku istrinya, melihatnya makan siang dengan wanita lain membuat dadaku sesak. Rave

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD