17

1219 Words

17   Flozia POV   Aku menghampiri Raven yang terlihat sedang duduk menonton TV di sofa kamar. Ada perasaan bersalah menyusup masuk ke dalam hatiku, mengingat Raven meminta ucapan selamat dariku beberapa waktu lalu. Sungguh aku sama sekali tidak tahu bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya. Aku tahu sepanjang malam ini Raven sedang kesal. Insiden kecil antara aku dan Rakka tadi membuat wajahnya terus terlihat kecut seperti ini. Aku menunduk dan mengecup bibir Raven dengan lembut, membuat pipiku sendiri merona dan jantungku berdegup dua kali lebih cepat. Raven yang tidak menyangka mendapat ciuman dariku menatapku dengan sorot heran. “Selamat ulang tahun,” kataku lembut, lalu duduk di sisi Raven. Raven bergeming membuatku tahu, ucapan selamat ulang tahun dariku hari ini tidak membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD