Pagi itu matahari baru naik separuh ketika Baby melangkah pelan ke ruang makan dengan rambut masih basah tergulung handuk, mengenakan dress rumah berwarna pastel yang membentuk lekuk tubuh rampingnya. Aroma harum sabun yang khas masih melekat di kulitnya. Langkahnya ragu-ragu, dan pikirannya masih terpaku pada satu hal: wajah dalam foto di internet semalam—model dewasa yang punya wajah nyaris serupa dengannya… dan memiliki tato titik koma di tempat yang persis sama. Tato itu... ada di pangkal paha dalam Baby, dan Reigan sudah pernah melihatnya, malam itu, saat tubuh mereka nyaris menyatu dalam badai perasaan yang belum mereka beri nama. “Nona Baby, selamat pagi,” suara lembut Aurora menyapanya dari meja makan. Pelayan muda itu—berambut sebahu dengan seragam rapi dan senyum teduh—langsung

