bc

Aletha : The Hated Wife

book_age16+
92
FOLLOW
1.4K
READ
dark
love-triangle
family
HE
love after marriage
age gap
fated
forced
opposites attract
second chance
friends to lovers
arranged marriage
arrogant
badboy
kickass heroine
neighbor
heir/heiress
blue collar
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
serious
kicking
mystery
detective
city
office/work place
childhood crush
lies
secrets
poor to rich
love at the first sight
affair
polygamy
like
intro-logo
Blurb

“Aku suka melihat kamu menangis. Air mata kamu seperti tetesan air hujan yang membuatku tenang. Menangislah, dengan begitu aku akan bahagia.”

————

.

Dinikahi hanya untuk dibuat menderita. Itu adalah hal paling konyol dan tragis yang pernah Aletha alami seumur hidup.

.

Aletha adalah cucu satu-satunya dari konglomerat kenamaan di ibu kota. Gadis itu cantik, hanya saja wajah cantiknya tidak diimbangi dengan otak yang cemerlang.

.

Karena hal itu, Aletha terpaksa menerima permintaan terakhir kakeknya untuk menikah dengan Kafka—pria sebatang kara yang dipungut oleh kakeknya dari panti asuhan, yang sudah dipersiapkan beliau untuk meneruskan bisnis keluarga.

.

Bukan tanpa alasan. Di mata kakeknya, Kafka adalah sosok sempurna yang dianggap mampu meneruskan bisnis keluarga berkat kemampuan dan kejujurannya yang luar biasa.

.

Namun, bagaimana jika sosok yang dianggap kakeknya ‘sempurna’ untuk menjadi pendamping Aletha justru membuat hidup cucu satu-satunya itu menderita? Apa yang membuat Kafka begitu membencinya? Benang merah apa yang menghubungkan keduanya di masa lalu?

chap-preview
Free preview
Prolog
Aletha duduk di tepi ranjang dengan wajah bersimbah air mata. Usia pernikahannya dengan Kafka memang belum lama, namun Aletha sudah merasa lelah dan ingin menyerah. Kafka terus membuat Aletha menderita, seolah pernikahan mereka adalah hukuman baginya. Aletha sudah berusaha bersabar menahan setiap perlakuan dingin dan sikap buruk Kafka yang jelas-jelas menunjukkan bahwa pria itu tidak menginginkan kehadirannya. Namun kini, kesabarannya sudah habis. Kini, dia menyerah… “Aku mau kita cerai.” Aletha mengucapkan kata ‘keramat’ itu dengan susah payah. Dia berusaha mengatakannya dengan jelas di sela-sela tangisannya. Hari ini Aletha melihat Kafka berciuman dengan sekretarisnya dengan mata kepalanya sendiri. Aletha mungkin bisa memaklumi sikap dingin Kafka selama ini padanya, namun Aletha tidak bisa mentolerir perselingkuhan. “Nggak akan ada perceraian di pernikahan kita,” balas Kafka dingin. “Kenapa? Bukannya kamu nggak pernah mencintai aku?” Kafka justru terkekeh. “Memang.” “Lalu untuk apa kita mempertahankan pernikahan ini?” ujar Aletha frustasi. “Untuk membuat kamu menderita. Aku suka melihat kamu menangis. Air mata kamu seperti tetesan air hujan yang membuatku tenang. Menangislah, dengan begitu aku akan bahagia,” ucap Kafka dengan senyum miring di bibirnya. Aletha menatap nanar wajah suaminya—tampak tidak percaya dengan alasan tidak masuk akal yang baru saja dia dengar dari mulut Kafka. Pria itu benar-benar sudah gila! “Kenapa? Kenapa kamu sebegitu bencinya sama aku? Salahku apa, Mas?” Selama ini Aletha selalu bertanya-tanya kenapa suaminya begitu membencinya. Kenapa pria itu memperlakukannya seburuk ini? Apa salahnya? Namun Kafka justru memberikan balasan misterius. “Cari tahu sendiri. Renungkan dengan otak kamu yang nggak seberapa itu, kenapa aku bisa berbuat sejauh ini.” Setelah itu, Kafka meninggalkan Aletha seorang diri di kamar. Gadis itu kembali menangis terisak-isak. Dia sangat ingin terbebas dari ‘neraka’ ini. Dia ingin mengakhiri semuanya. Namun sepertinya Kafka tidak akan melepasnya semudah itu. Entah harus sehancur apa lagi baru Kafka mau melepasnya. Apa Kafka ingin melihatnya mati dulu baru pria itu mau melepasnya?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.6K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook