🔥 HOT NEWS 🔥

1390 Words

Tangan Septimus mencengkeram leher Aurelia begitu kuat hingga napasnya nyaris terhenti. Urat di lengan pria itu menegang, matanya dingin dan penuh kebencian. “Sampai kapanpun kau takkan pernah mendapatkan orang yang benar-benar mencintaimu, Aurelia. Kau tahu kenapa? Karena kau sangat naif, mudah dibodohi, dan terlalu percaya pada orang lain.” Aurelia berusaha meronta, tetapi tenaganya lenyap. Suaranya hanya keluar sebagai desahan kecil yang nyaris tak terdengar. Septimus tersenyum sinis, lalu mengangkat sebuah map dari meja di sampingnya. “Kau tahu ini apa? Ini semua data pemegang saham. Hanya aku yang tahu bagaimana cara mengendalikan mereka. Tanpaku, kau tak akan bisa bertahan. Bahkan jika kau menyingkirkanku, Hartman tetap akan hancur. Jadi, Sayangku, pada akhirnya kau akan tamat d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD