Rania masih berada di kamar apartemen Keyhan saat terdengar suara pintu yang terbuka. Merasa tak terganggu sedikit pun dengan suara tersebut, gadis yang masih megenakan kaos kebesaran milik Keyhan tetap sibuk dengan pikirannya sendiri. Pikiran yang dipenuhi dengan kejadian yang terjadi kemarin dengannya. Keyhan sudah berada di dalam kamar yang sama dengannya. Tangannya bergerak menutup pintu yang berada di belakangnya dengan pandangan mata yang terus tertuju pada gadis yang sedang duduk bersandar ke kepala ranjang dengan kedua lutut yang ditekuk dan terlihat terus menatap ke arah jendela kamar dengan tatapan yang kosong. Pria itu meletakkan paper bag berisi pakaian yang dibawanya di sofa. Lalu berjalan ke arah ranjang, ia mendaratkan bokongnya di tepi ranjang dekat Rania. "Ran?" panggiln

