Langkah kaki dengan tempo sedang mendekati kediaman Keluarga Adhyaksa. Melalui pintu samping yang menjadi penghubung antar dua halaman, Bianca memasuki area taman cantik milik Nyonya Anggun. Entah kapan terakhir ia menginjakkan kaki di rumah bercat putih tulang itu. Yang jelas Bianca tampak senang karena akan bertemu pria yang diam-diam ia sukai. Wanita dengan atasan putih dan celana pink itu mengucap salam dan langsung memasuki pintu samping yang terbuka. Itu adalah kebiasannya sejak dulu, saat masih menjadi pelajar. "Bianca ..." panggil sebuah suara yang ia kenal. "Eh, Tante. Maaf langsung masuk," ujarnya sambil tergelak. "Santai aja. Tumben ke sini sendirian. Mama sehat?" "Sehat kok Tan, ini ada titipan dari mama ..." Bianca menyerahkan roti bolu utuh rasa pandan yang masih m

