Tidak Punya Malu

1431 Words

Adam menarik Ayara ke ruangannya, lalu ia menyandarkan tubuh Ayara ke tembok lalu mengungkungnya. “O-om, mau apa?” Ayara gugup karena Adam sudah mengungkungnya seperti ini, jangan katakan jika Adam akan memintanya untuk melakukan hal itu pagi-pagi. Sungguh, Ayara tidak siap melakukannya. “Kau pikir apa yang akan aku lakukan?” Adam mulai mendekatkan wajahnya pada Ayara. Ayara menahan tubuh Adam dengan tangannya, berharap pria ini tidak memintanya untuk melakukan kegiatan panas yang akhir-akhir ini mereka lakukan. “Om, ini masih pagi.” “Lalu?” “Jangan begini, aku mohon. Sebentar lagi para staf juga akan datang. Jangan sampai mereka berpikiran yang tidak-tidak tentang kita.” ucap Ayara, kejadian kemarin saja membuat jantung Ayara berdegup kencang. Sebab, hari itu Ayara dan Adam melaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD