Ayara mencoba kembali mendorong Beni, karena Beni tetap memeluknya dan tidak mau melepaskan Ayara. Lama tak menyentuh Ayara, membuat Beni sangat merindukan istrinya itu. Namun, Ayara sama sekali tidak menginginkannya. Apalagi sejak siang tadi ia sudah melakukannya dengan Adam, mana mungkin malam ini ia akan kembali mengulangi kegiatan yang sama dengan Beni. Ayara bukan piala bergilir, jelas ia tidak mau melakukannya. Meski Beni adalah suaminya. “Lepaskan aku, brengs3k!” teriak Ayara, lalu kemudian menendang Beni, hingga Beni mengaduh kesakitan. “Ayara!” bentak Beni. “Ada apa? Apa kau gila? Pergi kau dari kamarku!” usir Ayara. “Ayara, aku ini suamimu!” “Dan juga suami wanita itu! Jangan harap kau bisa menyentuhku!” “Ayara, kita sudah lama tidak melakukannya! Memangnya kau tidak mer

